• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jakarta

KPUD Harus Tegas Soal Cuti Foke

Selasa, 15 Mei 2012 18:19 WIB
KPUD Harus Tegas Soal Cuti Foke
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Fauzi Bowo Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta berjabat tangan dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang akan mendampinginya maju mempimpin kota Jakarta periode 2012 2017, bersama Nachrowi Ramli di Jalan Diponegoro No. 61, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2012). Kami yakin dan percaya dengan ridha Allah kota Jakarta akan menjadi kota yang makmur dan sejahtera, tukasnya. (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta terlihat mencla-mencle dengan memutuskan calon incumbent Fauzi Bowo boleh beriklan sebagai gubernur di masa tenang kampanye, sementara pasangan calon lainnya dilarang. Karenanya KPUD diminta tegas soal cuti incumbent.

Demikian juru bicara Tim Sukses Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Alief Syachviar kepada Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (15/5/2012), menyikapi Ketua Pokja Pemilihan KPUD Aminullah yang mengatakan hanya Fauzi Bowo yang boleh beriklan sejauh kapasitasnya sebagai gubernur.

"Semestinya incumbent atau semua kandidat peserta pemilukada DKI Jakarta diikat oleh aturan yang sama. Makanya kami mempertanyakan aturan cuti bagi incumbent dan kapan masa berlakunya. Jadi tolong KPUD tegas dalam soal cuti incumbent ini," ujar Alief.

Menurut Alief, aturan cuti incumbent harus menjadi persoalan serius mengingat jika dibiarkan, ada kecenderungan incumbent menggunakan fasilitas negara untuk sosialisasi dan kampanye. Jangan sampai status gubernur dijadikan dalih bagi incumbent.

"Jangan menggunakan cara-cara tak baik hanya untuk meraih kekuasaan. Pakailah cara sesuai aturan. Kita percayakan KPUD menjalankan secara tegas semua aturan dan perundangan tanpa pandang bulu. Pemilukada DKI Jakarta ini akan jadi barometer bagi pemilukada nasional," tandasnya.

Alief menambahkan, Timses Hendardji-Riza selama ini sangat mematuhi aturan, misalnya belum memasang iklan di televisi karena tidak ingin menciderai demokrasi. "Bagi kami Timses Hendardji-Riza, pemilu bersih dan jujur itu di atas segalanya," ujar Alief menutup pembicaraan.

Sebelumnya Amin menuturkan, para calon tidak boleh lagi beriklan selama masa tenang, dan bila terus melanggar bisa dicabut hak kampanyenya saat masa kampanye. Kalau terus dilakukan, tak boleh kampanye saat masa kampanye tiba. Bahkan bisa dibatalkan pencalonannya dalam pemilukada.

Amin menjelaskan bila calon incumbent Fauzi Bowo yang beriklan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI, maka hal itu sah-sah saja karena memang masih menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta. Bila ada baliho bergambar Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI dan dibawahnya ada tulisan HUT Jakarta atau 'jagalah kebersihan', maka itu dibolehkan.

"Yang tidak boleh itu kalau memaparkan visi misinya agar orang memilih. Tetapi kalau ada calon selain incumbent yang memasang iklan dan isinya latar belakang dia, misalnya tentang masa kecil, itu diperbolehkan," terang Amin.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas