• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jakarta

Hendardji Soepanji: Jakarta Jangan Berkumis

Sabtu, 19 Mei 2012 16:45 WIB
Hendardji Soepanji: Jakarta Jangan Berkumis
tribunnews.com/oro
Hendardji Soepandji

Update: Pemilihan Gubernur DKI

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Dicecar banyak pertanyaan dari umat Katholik di Gereja Katedral, para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang hadir, piawai menjawab pertanyaan yang diajukan. Termasuk, calon Gubernur Independen, Hendardji Soepanji..

Dalam acara itu, Hendardji Soepandji diajukan pertanyaan, bagaimana mengentaskan atau mengurangi kemiskinan di Jakarta. Dengan lugas ia menyatakan sanggup menciptakan lapangan kerja. Satu juta lowongan pekerjaan dalam tempo dua tahun.

Kemudian, Hendardji mengaku risih dengan kondisi Jakarta dewasa ini. "Jakarta tidak boleh Berkumis: Berantakan, Kumuh dan Miskin," ujar Hendardji dengan suara percaya diri.

Tentu saja slogan tersebut mengundang gelak tawa dari peserta yang hadir dalam dialog Sabtu (19/5/2012) siang itu. Sebagain, terlihat ada yang senyum-senyum. Pasalnya, Kumis merupakan sebuah tagline saingan Hendardji.

"MCK sekarang tidak berfungsi. Puskesmas seperti gudang. Seluruh pelayanan publik saya perbaiki dan 24 jam," lanjut Hendardji.

Hendardji, dalam jawabannya kemudian mengungkap akan menerapkan ekonomi kerakyatan dengan membantu pedagang kaki lima, UKM (Usaha Kecil Menengah). Untuk memperlancar tujuan tersebut, Hendardji rencananya akan menggandeng 17 kementerian.

"Seperti kementerian sosial, kesehatan, kemenpera dan sebagainya," ujarnya. Dia berkeyakinan untuk mengentaskan kemiskinan bisa terealisasi meningat ada anggaran dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

"Kami akan berdayakan masyarakat miskin. MCK (Mandi Cuci Kakus) diperbaiki. Kaki lima, UKM (Usaha Kecil Menengah) saya tata kembali. Bekerja sama dengan 17 kementerian Ada anggaran yang bisa diturunkan untuk mengentaskan kemiskinan," katanya lagi.

Komitmennya ia ungkap lagi terkait kiatnya mengurangi jumlah kemiskinan. "Saya paham betul kantong-kantong kemiskinan. Apabila dana dari pemerintah kurang, saya akan bekerja sama dengan bank dunia. Insyaallah masalah kemiskinan bisa teratasi," ujarnya.

Masalah pendidikan, juga tak luput dari perhatian Hendardji. "Sekolah gratis dan saya akan hapuskan driskiminasi dalam pendidikan," ujarnya.

Yang lain, dirinya berjanji akan membuka akses publik terhadap APBD. Kemudian, mengurangi belanja pegawai. Untuk memperlancar itu, masyarakat bisa mengadukan keluh kesahnya ke kotak pos 102. "Yang kena pungutan liar akan saya proses," tandasnya.

Baca juga:

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
543842 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas