Museum Trisakti Saksi Sejarah Reformasi
Di pameran ini, ditunjukkan pula foto visum Elang Mulia Lesmana, salah satu korban penembakan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti), sangat membekas bagi civitas akademika universitas tersebut.
Untuk itu, pihak universitas bersama keluarga korban, memprakarsai terciptanya Museum Trisakti. Museum ini dirancang sebagai wadah dokumentasi peran aktif mahasiswa Usakti, dalam memerjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.
"Di sini ada barang-barang pribadi keempat korban, diorama, dan foto yang menceritakan dari aksi damai, orasi, dipukul mundur polisi, hingga akhirnya mereka ditembak sniper dari Citraland," ujar Dimas, mahasiswa Usakti.
Di pameran ini, ditunjukkan pula foto visum Elang Mulia Lesmana, salah satu korban penembakan. Menurut Dimas, korban lainnya, Hafidhin Royan, juga membuat museum kecil di rumahnya.
"Hafidhin punya museum di kamar, di rumahnya daerah Bandung. Setiap tahun, kami pasti ke sana," tambah Dimas.
Jika ingin melihat perjuangan Pahlawan Reformasi yang aktif dalam Kepresidenan Mahasiswa Usakti waktu itu, Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hari Hartanto, dan Hendriawan Sie, Anda dapat menyambangi Gedung M, Kampus A, Usakti, Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat. Pada Senin hingga Kamis di jam kerja.
"Jika ingin hari lain atau mengajak rombongan, bisa. Tinggal hubungi humas kami," jelas Dimas. (*)
BACA JUGA