• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jakarta

DPS Fiktif, Jokowi Hanya Positive Thinking

Minggu, 20 Mei 2012 14:38 WIB
DPS Fiktif, Jokowi Hanya Positive Thinking
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Walikota Solo Joko Widodo atau Jokowi Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nu urut 3 yang bepasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diusung Partai PDI Perjuangan dan Partai Gerinda, kunjungi Pabrik Mustika Ratu, Ciracas, Bogor, Jumat (18/4/2012). Mereka disambut oleh Mooryati Soedibyo, (Pengusaha dan pemilik ramuan Mustika Ratu), Presiden Direktur Mustika Ratu, Putri Wardhani, Maria Selena, (Putri Indonesia 2011) dan ratusan karyawan Mustika Ratu. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Temuan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilukada DKI 2012 yang diumumkan oleh Pendiri Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I), mengundang reaksi banyak pihak yang menyoroti kinerja KPU DKI.

DPS fiktif tersebut dinilai dapat merugikan calon pasangan lain dan hanya menguntungkan satu calon pasangan tertentu.

Calon Gubernur DKI Jokowi mengatakan dirinya selalu positive thinking walaupun ada temuan DPS fiktif. Menurutnya mungkin saja DPS fiktif tersebut untuk mendukung satu pasangan calon dalam pemilukada DKI tahun ini.

"Jangan sampai ada kecurangan seperti itu sehingga ada kandidat lain yang dirugikan. Saya tidak katakan itu merugikan saya, tetapi juga calon lain," ujar Jokowi, Minggu (20/5/2012).

Jokowi kembali menegaskan, membiarkan adanya DPS fiktif itu merupakan tindakan berbahaya karena bisa dipidana. Seperti diberitakan, DPS yang telah ditetapkan KPU DKI sebesar 7.044.9991 pemilih. Jumlah DPS ini sangat berbeda dengan data yang dikeluarkan Kemendagri terkait jumlah warga Jakarta yang berjumlah 5.644.991, berdasarkan hasil e-KTP.
 
"Dalam perbedaan angka ini, ditemukan sekira 1,4 juta warga Jakarta yang dapat dikatakan sebagai pemilih fiktif," ujar Dewan Pendiri Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I), Ahmad Nur. Sementara itu, Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI, Aminullah, menantang P3I menunjukkan data tersebut.

"Kami sudah minta data kepada P3I mengenai adanya DPS fiktif sebanyak 1,4 juta pemilih. Namun sampai saat ini kami belum menerima data itu," kata Amin.(*)

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Widiyabuana Andarias
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
545662 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas