Senin, 3 Agustus 2015
Tribun Jakarta

Partisipasi Rakyat dalam Pilkada Semu

Senin, 21 Mei 2012 13:16 WIB

Partisipasi Rakyat dalam Pilkada Semu
TRIBUNNEWS.COM/DANANG SETIAJI PRABOWO
Maskot Pilkada DKI, Elang Bondol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DKI Jakarta sebagai barometer Indonesia, akan disibukkan dengan pesta demokrasi pada 11 Juli mendatang.

Beberapa survei sudah banyak dilakukan terkait program dan daya tarik para cagub dan cawagub DKI Jakarta 2012, untuk membenahi masalah wilayah ibu kota negara ini.

Pada dasarnya, pilgub hanya sarana untuk membangun demokrsi di tingkat lokal, sekaligus sebagai media bagi proses sirkulasi elite politik.

Melalui masa otonomi daerah yang diamanatkan dalam UU No 32 Tahun 2004, sangat tidak memungkinkan proses penguatan demokratisasi lokal terjadi.

Demikian diungkapkan Direktur The Jakarta Institute Rahmat Sholeh, dalam siaran pers deklarasi yang diterima Tribunnews.com, Senin (21/5/2012).

"Prasyarat minimal demokrasi adalah adanya keterbukaan dan partisipasi dalam proses pilkada. Kedua hal ini secara esensi sangat tidak terjamin. Proses partisipasi politik dalam pilkada kali ini lebih tepat pada proses partisipasi politik yang bersifat semu, dan bahkan banyak yang dimobilisasi," paparnya.

Sehingga, lanjut Rahmat, nyaris tidak ada partisipasi otonom yang dimiliki rakyat. Partisipasi rakyat yang relatif otonom hanya pada momen memilih.

Halaman123
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas