• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Sutiyoso: Jakarta Dipaksakan Jadi Ibukota Negara

Rabu, 23 Mei 2012 17:20 WIB
Sutiyoso: Jakarta Dipaksakan Jadi Ibukota Negara
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Sutiyoso mantan gubernur DKI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Jakarta dianggap sudah menjadi kota yang dipaksakan sebagai ibukota negara. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dalam acara dalam acara Ngrujak (Ngobrol Seru Jakarta) di kampus UI, Depok, Rabu (23/5/2012).

"Kota ini dipaksakan menjadi ibukota, sudah overload, lahan dan penghuni sudah tidak seimbang," kata Bang Yos sapaan akrab Sutiyoso.

Bang Yos mengatakan dengan pertambahan manusia yang menghuni Jakarta maka dampaknya harus menambah infrastruktur seperti sekolah dan rumah sakit.

Data yang diperoleh Bang Yos, kepadatan warga di wilayah Jakarta sudah benar-benar tidak seimbang.

"Bayangkan satu kilometer dihuni oleh 14 ribu jiwa bahkan ada 22 ribu jiwa di wilayah Jatinegara," kata Sutiyoso.

Oleh karena itu lahan kosong yang masih dimiliki Pemda DKI harus dipertahankan. Selain itu wacana Jakarta sebagai Megapolitan harus diangkat kembali.

Konsep yang digunakan adalah penggabungan tata ruang bukanlah administrasi.

"Kalau wilayah Bekasi atau Bogor dicaplok masuk Jakarta, pasti itu ditolak," katanya.

Menurut Bang Yos dengan konsep Megapolitan maka ekonomi akan tumbuh dan kemacetan bisa dikurangi. Ia mengatakan sebenarnya konsep Megapolitan sudah tertuang dalam keputusan pemerintah namun lembaganya tidak pernah dibentuk oleh presiden.

Mengenai kemacetan, Bang Yos mengungkapkan transportasi massal yang aman dan nyaman merupakan solusi tepat. Biaya operasi monorel atau MRT, kata Bang Yos, mahal, namun Pemda DKI harus mensubsidi agar tarif terjangkau warga.

"Yang harus diteruskan, teruskan oleh gubernur, kalau tidak masalahnya tidak pernah tuntas," ujar Bang Yos.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
1 KOMENTAR
555332 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas