Rabu, 26 November 2014
Tribun Jakarta

Jokowi: Masalah Pemilih Fiktif Harus Diselesaikan

Selasa, 29 Mei 2012 16:16 WIB

Jokowi: Masalah Pemilih Fiktif Harus Diselesaikan
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Joko Widodo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengatakan, temuan adanya pemilih fiktif dalam daftar pemilih sementara (DPS), harus terus dikejar.

Menurut Jokowi, adanya pemilih fiktif sangat rawan dimanfaatkan dalam pemilukada DKI.

"Pemilih fiktif itu harus dikejar, diselesaikan. Masa ada segitu banyaknya yang fiktif dibiarkan. Kalau tidak selesai, nanti kami yang kejar," ujar Jokowi, Selasa (29/5/2012).

Urusan memeriksa apakah temuan tersebut benar pemilih fiktif atau tidak, lanjutnya, adalah tugas KPU DKI Jakarta sebagai penyelenggara pemilukada DKI tahun ini.

Jokowi mengutarakan, jika pemilukada di Jakarta berjalan baik, maka pemilukada di seluruh Indonesia akan mengikuti, karena Jakarta merupakan contoh.

"Nanti bagaimana kalau dimanfaatkan yang 1,4 juta (DPS fiktif)? Kami cari suara dari pagi sampai pagi. Masalah itu harus diselesaikan," paparnya.

KPU DKI Jakarta memutuskan untuk menunda pengumuman daftar pemilih tetap (DPT), dari semula 26 Mei menjadi 2 Juni 2012.

Penundaan disebabkan adanya laporan dari masyarakat maupun parpol yang menemukan DPS fiktif. KPU DKI pun melakukan verifikasi kembali di lapangan, apakah jumlah 1,4 juta yang dilaporkan tersebut benar fiktif atau tidak. (*)

BACA JUGA

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas