Kamis, 27 November 2014
Tribun Jakarta

PKS: Ada Lembaga Survei Bayaran Cagub DKI

Jumat, 1 Juni 2012 14:03 WIB

PKS: Ada Lembaga Survei Bayaran Cagub DKI
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Tarian tradisional dari Betawi ditampilkan pada acara sosialisasi Pilkada DKI, di lapangan komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2012). Acara yang diadakan oleh KPU DKI Jakarta ini bertemakan Gebyar Pilgub DKI dan Festival Demokrasi Jakarta 2012.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Almuzzammil Yusuf menilai hasil survei Pilkada DKI yang baru-baru ini dipublikasikan oleh lima lembaga survei memiliki perbedaan yang signifikan.

Muzzammil menyayangkan banyaknya lembaga survei yang telah menggiring opini publik untuk mendukung kandidat tertentu dibandingkan memotret realitas sosial yang sebenarnya.

Menurutnya hal ini bisa disebabkan tiga hal. Pertama, karena ada lembaga survei yang tidak paham terhadap metodologi riset. Kedua, lembaga survei tersebut dibayar oleh salah satu kandidat. Ketiga adalah kedua-duanya, lembaga survei yang tidak paham dan dibayar oleh kandidat tertentu.

“Tapi, saya yakin dari lembaga survei tersebut ada yang benar-benar memotret realitas pilihan warga DKI karena didasari oleh keilmuan dan metodologi yang benar,” ujar Muzzammil, Jumat (1/6/2012).

Menurut Muzzammil, untuk menilai lembaga survei yang kredibel dan tidak, bisa dilihat dari hasil Pilkada DKI nanti. Survei yang kredibel hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perolehan suara Pilkada.

“Jika ada lembaga survei yang hasilnya berbeda jauh dengan hasil perolehan suara Pilkada sebaiknya lembaga survei tersebut tidak usah digunakan lagi. Lembaga survei ini telah bergeser perannya dari produk ilmiah menjadi produk politik partisan,” papar anggota Komisi I DPR RI ini.

Untuk itu, Muzzammil berharap media massa dapat mempublikasikan kepada publik mana saja lembaga survei yang komitmen menjaga marwah keilmuan riset dan mana saja lembaga survei yang telah mencoreng keilmuan riset.

“Jadi media massa perlu terlibat dalam mengontrol dan mengkritisi hasil survei dengan cara mempublikasikan kepada masyarakat mana saja lembaga survei yang kredibel dan yang tidak kredibel setelah melihat perolehan suara Pilkada DKI nanti,” kata politisi dari Dapil I Lampung ini.

Pergeseran peran lembaga survei ini, kata Muzzammil, terjadi juga di negara lain. Akhir-akhir ini yang mengejutkan adalah hasil Pilpres di Mesir.

Hasil perolehan suara Pilpres Mesir berbeda jauh dengan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei di Mesir dan Internasional.

Menurut Muzzammil, hasil survei Pilpres Mesir yang telah dipublikasikan oleh beberapa lembaga survei menunjukan bahwa perolehan suara terbanyak sebesar 30% diperoleh Amr Mousa, sedangkan Mohammad Morsi pada posisi kelima dengan perolehan suara 5%.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas