• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Foke: Terimakasih ya Kumis Saya Dipromosiin

Rabu, 6 Juni 2012 12:14 WIB
Foke: Terimakasih ya Kumis Saya Dipromosiin
Tribunnews.com/Herudin
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

Baca juga: Hendardji: Kasihan Rakyat Makin Kumisan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah beberapa lama menjadi kontroversi, solgan 'Berkumis' dari pasangan calon gubernur Dki Jakarta, Hendardji-Ariza, akhirnya Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo angkat bicara.

Bukannya marah atau menanggapi negatif, Foke sapaan akrab Fauzi Bowo yang juga juga mencalonkan diri lagi dalam Pemilukada tahun ini justru berterima kasih kepada Hendardji Soepanji

"Terimakasih ya kumis saya jadi di promosiin, ha..ha.. ha," ujarnya saat ditanya wartawan usai kunjungannya di SDN 20, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (6/6/2012).

Foke sempat tersentak dan menatap seorang wartawan yang melontarkan pertanyaan tersebut, tak diduga jawaban Foke yang memiliki kumis yang selalu klimis itu justru disambut gelak tawa oleh masyarakat, terutama anak-anak yang hadir.

Usai berebut salam dari pria yang dalam Pemilukada tahun ini berpasangan dengan Nachrawi Ramli ini, Foke mengatakan akan menempuh kasus tersebut lewat timnya.

"Ya ya, itu tim sukses yang ngurus," lanjutnya.

Diberitakan, slogan 'Berkumis' (Berantakan Kumuh dan Miskin) yang dipakai calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soepandji menuai kontroversi.

Tim Hendardji-Riza menolak permintaan Tim Advokasi Foke-Nachrowi yang meminta agar iklan yang bertuliskan cukur kumis (kumuh dan miskin) di DKI Jakarta ditarik dari peredaran.

Menurut Wakil Ketua Timses Hendardji-Riza, Dadik Surarto, istilah berkumis (Berantakan, Kumuh dan Miskin) bukan untuk menyindir atau menyudutkan seseorang.

Istilah itu muncul dari masyarakat ketika Cagub DKI dari jalur independen itu melakukan kunjungan ke Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada saat acara Maulid Nabi Muhamad SAW beberapa waktu lalu. Dan istilah itu sudah menjadi ikon di tengah masyarakat.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Rachmat Hidayat
2 KOMENTAR
597451 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas