• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jakarta

Jokowi: Meski Tidak Ambil Gaji Saya Tetap Tanda Tangan

Rabu, 6 Juni 2012 14:06 WIB
Jokowi: Meski Tidak Ambil Gaji Saya Tetap Tanda Tangan
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Cagub DKI Joko Widodo saat bersama warga Condet Minggu (3/6/2012)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Selama menjabat Wali Kota Solo, Joko Widodo menerima gaji yang totalnya Rp 161.445.664. Akumulasi gaji selama menjabat wali kota mulai tahun 2010 itu tak pernah ia sentuh. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengandalkan penghasilannya sebagai pengusaha mebel di Solo untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo pada tanggal 28 Juli 2010. Pelantikan ini merupakan periode kedua Jokowi mendapat kepercayaan untuk memimpin Kota Solo. Dengan asumsi pelaporan harta kekayaan diajukan bulan April 2012, maka bisa diperhitungkan gaji Jokowi sebagai Wali Kota Solo setiap bulan berkisar Rp 7,5 juta

Sebagai eksportir mebel ke mancanegara, Jokowi memperoleh pendapatan hampir lima kali lebih besar dari keseluruhan gajinya selama bertugas sebagai walikota. Penghasilan bisnis Jokowi tersebut sebesar Rp 561.644 juta.

Meski mengaku tidak mengambil gajinya sebagai Wali Kota Solo, Jokowi yang saat ini menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta tetap melaporkan seluruh pendapatannya tersebut dalam Rekapitulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Meski saya tidak ngambil, saya tetap tanda tangan. Jadi tetap saya laporkan," kata Jokowi tersebut di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Selasa (05/06/2012) kemarin.

Jokowi tidak pernah menyentuh uang gaji jabatannya sebagai walikota. Dirinya juga tidak mengetahui penggunaan uang tersebut. "Kenyataan di lapangan kan saya nggak ambil, coba tanya ke bagian keuangan uang itu buat apa," katanya.

Jokowi pun secara transparan membacakan hasil Rekapitulasi LHKPN dari KPK terhadap dirinya di Loji Gandrung Solo. Pria yang berpasangan dengan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada Pemilukada DKI itu membaca secara rinci setiap detail kekayaannya di hadapan puluhan awak media.

Jokowi juga menyatakan dirinya tidak memiliki piutang atau utang. Mengenai logam mulia yang ia miliki, Jokowi mengaku tidak tahu jenisnya apa karena milik istrinya. "Untuk batu mulia saya tidak tahu jenisnya apa karena yang tahu istri saya," katanya.

Menurut Jokowi, peningkatan nilai kekayaan selama kurun dua tahun ini disebabkan oleh adanya kenaikan nilai NJOP pada harta tidak bergerak, yaitu tanah dan bangunan.

Jokowi berharap, transparansi serupa juga dilakukan oleh calon gubernur lain yang pada waktu yang bersamaan juga diperiksa harta kekayaannya.

"Saya pengen secara transparan dan saya harap kandidat lain juga terbuka," ujar Cagub DKI yang diusung PDIP dan Gerindra itu.

Ketua tim verifikasi KPK yang dipimpin Cahyo Hardianto memeriksa berkas dan surat-surat miilk Jokowi di Loji Gandrung. Setelah satu jam lebih, tim pemeriksa menyampaikan kekayaan Joko Widodo mengalami kenaikan hampir Rp 9 miliar dalam waktu dua tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan KPK, total kekayaan pria yang akrab disapa Jokowi itu mengalami peningkatan jika dibandingakan kekayaannya pada tahun 2010 lalu.

Harta kekayaan eksportir mebel tersebut mencapai Rp 27.255.767.435, meningkat jika dibandingkan kekayaan yang dimiliki pada tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 18.469.690.500. Dengan demikian, kekayaan Jokowi bertambah hingga sekitar Rp 8,775 miliar. (TRIBUN JOGJA/ADE RIZAL)


Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
597791 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas