• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Terkena Air Keras, Satu Tewas Lima Orang Melepuh

Rabu, 6 Juni 2012 14:26 WIB
Terkena Air Keras, Satu Tewas Lima Orang Melepuh
www.harianjogja.com
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Belum diketahui bagaimana awal mulanya, enam warga Rw 07, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur terkena air keras. Lima orang dari mereka dirawat di ruang rawat luka bakar, RS Budi Asih, Jakarta Timur, sementara satu di antaranya meninggal dunia.

Para korban belum dapat dimintai kerangan tentang kejadian  itu. Keenam korban itu diketahui bernama Mat Sani (48), Sugeng (37), Djoko (41), Agus Salim (40), Mamat Syahroni (57), sedangkan korban meninggal bernama Sudirman (46).

Baim (25), putera bungsu Mat Sani, yang ditemui di lantai 7 RS Budi Asih, Jakarta Timur, Rabu (6/6), mengaku tidak tahu mengapa ayahnya bisa terkena air keras. Ia juga belum tahu kapan hal itu persisnya terjadi . Ia baru mengetahui pada Rabu pagi bahwa ayahnya terkena air keras di sekujur tangannya ketika sudah dirawat di Rumah Sakit Budi Asih.

"Saya juga nggak tau (penyebabnya), dia nggak pulang. Saya baru tahu tadi pagi, tiba-tiba sudah dikabarin Bapak ada di rumah sakit," ujarnya kepada Kompas.com. "Saya juga nggak tahu kenapa, tadi saya tanya dia diam aja, jawabannya nggak jelas," lanjutnya.

Kelima korban kini dirawat terpisah di RS Budi Asih. Sudirman, M. Sani dan Sugeng dirawat di kamar 705 lantai, Mamat Syahroni dirawat di lantai 2. Sedangkan korban bernama Agus Salim telah dirujuk ke Rs St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Satu orang korban bernama Sudirman telah menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 12.15 WIB.

Luka bakar mereka terdapat di sekujur tangan. Beberapa bagian tangan mereka melepuh.

Baca juga:

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
597872 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas