Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Jakarta

Korban Penembakan Praperadilankan Polri

Kamis, 7 Juni 2012 13:24 WIB

Korban Penembakan Praperadilankan Polri
TRIBUNNEWS.COM/EDWIN FIRDAUS
Mobil dibakar di Salemba Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhamad Agung Septiadi Tuanany, mahasiswa yang terkena tembakan peluru karet mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polri. Agung terkena yang tembakan polisi saat terjadi bentrokan di Jalan Diponegoro Maret lalu melalui Tim Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR), mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negri Jakarta Selatan,  atas penangkapan yang mereka anggap tidak sah.

Gugatan tersebut diajukan terhadap Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kapolda Irjend Pol Untung S Rajab, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto, Kepala Subdit Keamanan Negara Polda Metro Jaya, AKBP Daniel Bolly H.Tifaona, dam penyidik Polda Metro Jaya Kompol Reynold Hutagalung.

Rangga Lukita Desnata, salah satu anggota tim advokasi, saat ditemui di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Kamis (07/06/2012), mengatakan kliennya dijerat pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk pidana, pasal 212 KUHP tentang kekerasan terhadap petugas dan 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Untuk pasal penghasutan, ia berkilah justru Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang melakukan penghasutan, dengan cara menaikkan harga BBM, sehingga menyebabkan demonstrasi tersebut.

"Pemohon justru tidak melakukan hasutan, justru aparat kepolisian, " ujarnya.

Ia juga menyangkal pasal penganiayaan aparat, karena kliennya adalah mahasiswa yang tak bersenjata dan tidak mungkin menganiaya anggota Polri yang bersenjata lengkap serta terlatih.

Dalam pasal 17 KUHP dan Pasal 21 KUHP ayat 1, diatur penangkapan dan penahanan dilakukan dengan bukti permulaan yang cukup. Namun polisi menurut Rangga hanya mengumpulkan keterangan sesama rekan polisi yang menjadi korban.

"Kami meminta pengadilan memutus penahanan pemohon tidak sah, dan meminta termohon untuk tidak melanjutkan perkara pemohon," tandasnya. (NURMULIA REKSO PURNOMO)

baca juga:

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas