• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribun Jakarta

Evan Tewas Dipukuli di Pasar Pramuka Karena Salah Paham

Selasa, 12 Juni 2012 08:37 WIB
Evan Tewas Dipukuli di Pasar Pramuka Karena Salah Paham
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pengeroyokan yang dilakukan puluhan remaja terhadap Evan Mulyadi (16) dan teman-temannya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, terjadi karena salah paham. Pelaku bukan mengincar korban melainkan mencari seseorang bernama Rudi.

"Terjadi salah paham. Belasan pelaku pemuda tanggung mengejar korban dan teman-temannya," ujar Kapolsek Matraman, Kompol Djoko Santoso kepada wartawan di Polsek Matraman, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2012).

Menurut Djoko, pelaku yang berjumlah belasan orang itu hanya gerombolan pemuda.

"Pelakunya bukan geng motor. Mereka gerombolan pemuda," imbuh Djoko.

Djoko mengungkapkan bahwa gerombolan pelaku mencari seseorang bernama Rudi namun karena tidak ada, akhirnya menyasar Evan dan 7 pemuda lainnya yang sedang nongkrong di Pasar Pramuka.

Evan yang lari ke Pasar Pramuka, lanjut Djoko, lalu tertangkap di lantai 2. Evan lalu dipukuli bahkan informasi lainnya menyebut korban dijatuhkan dari lantai 2.

"Sementara 2 orang dari teman korban dipukuli dan menderita luka ringan di muka, tangan dan kaki sehingga rawat jalan," beber Djoko.

Hingga kini, polisi masih terus mengejar pelaku. "Kita baru mengamankan barang bukti berupa bambu," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (9/6/2012) malam, Evan dan teman-temannya dikejar oleh sekelompok orang yang diduga adalah geng yang memang sengaja mengincar para remaja tersebut. Evan dan teman-temannya dikeroyok di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Namun nahas, Evan dilempar dari lantai dua pasar.

Setelah menjalani perawatan, Evan akhirnya meninggal pada Senin dinihari tadi karena mengalami pendarahan di otaknya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
616331 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas