• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Hidayat Wakili Indonesia di Liga Muslim Dunia

Jumat, 15 Juni 2012 23:38 WIB
Hidayat Wakili Indonesia di Liga Muslim Dunia
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, saat menerima tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan verifikasi terhadap harta kekayaannya, di kediamannya di Kemang Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2012). Dari hasil verifikasi KPK terhadap harta kekayaan mantan ketua MPR ini, diketahui jumlah harta kekayaan Hidayat senilai Rp12,1 miliar. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid meninggalkan Indonesia menuju Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/6/2012). Kedatangan Hidayat ke Arab Saudi untuk menghadiri pelantikan dirinya sebagai Anggota Rabithah Alam Islami (Moslem World League/Liga Muslim Dunia).

Menurut Hidayat, sejatinya dia sudah dua bulan lalu diundang untuk pelantikan tersebut. Namun kesibukkannya sebagai Ketua Badan Antar parlemen (BKSAP) DPR membuatnya belum bisa hadir. Dengan pertimbangan posisi Indonesia di lembaga tersebut sudah lama kosong, Hidayat akhirnya menyempatkan diri untuk menghadiri pelantikan tersebut. Sedianya Hidayat akan dilantik menjadi Wakil Indonesia di Rabithah Alam Islami pada hari Sabtu, (17/6/2012) pagi waktu Makkah.

Hidayat mengatakan, dirinya sebenarnya berat meninggalkan tanah air, terutama Jakarta. Karena banyak undangan dan silaturahim dengan warga Jakarta yang terpaksa dibatalkan.   

“Namun saya tidak akan lama, setelah pelantikan saya akan langsung kembali ke tanah air,” katanya sesaat sebelum berangkat.

Hidayat menyatakan, selama ini posisi Indonesia di lembaga dunia Islam itu kosong, setelah mantan Presiden Habibie tidak duduk lagi sebagai anggota di lembaga itu. Wakil Indonesia lainnya yang pernah duduk di lembaga itu adalah M. Natsir, Perdana Menteri Pertama Indonesia. Natsir menjadi anggota RAI pada 1969.

Hidayat menjelaskan, keberadaan Indonesia di lembaga itu sangatlah strategis. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, penting bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan wakil di RAI. Pasalnya, RAI merupakan lembaga yang cukup berpengaruh di dunia internasional.

Dengan keberadaan wakilnya di lembaga itu, setidaknya Indonesia memiliki peran strategis dalam diskusi-diskusi dan memberikan masukan guna menyelesaikan beragam persoalan dunia pada umumnya, dan persoalan ummat Islam khususnya.

Keberadaan Hidayat sebagai anggota RAI akan memberikan keuntungan bagi Indonesia, khususnya Jakarta, jika ia terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta nantinya. Setidaknya dirinya dapat membantu meningkatkan hubungan Jakarta dengan negara-negara petro dolar untuk mengembangkan kerjasama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan juga investasi.

RAI adalah organisasi Islam Internasional yang berdiri Mei 1962 di Makkah. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengelompokkan RAI sebagai organisasi nonpemerintah. Lembaga dan termasuk anggota Unesco, serta anggota pengamat OKI (Organisasi Konprensi Islam).

Tujuan pendirian RAI adalah, menyampaikan risalah Islam dan ajaran nya di seluruh dunia, menghilangkan kesan-kesan yang salah tentang Islam dan kaum Muslimin, membantu ummat Islam, terutama mereka yang tertindas dan merupakan minoritas dalam menjaga dan menunjukkan hak–hak dan aktivitas mereka yang bersifat keagamaan, pendidikan dan kebudayaan.

Selain itu juga membantu masyarakat Islam dalam meningkatkan dakwah serta mencapai persatuan dan solidaritas Islam. Dan, mendukung perdamaian keselarasan dan kerjasama internasional berdasarkan keadilan dan persamaan.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
0 KOMENTAR
631032 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas