Minggu, 29 Maret 2015
Tribun Jakarta

Hidayat Wakili Indonesia di Liga Muslim Dunia

Jumat, 15 Juni 2012 23:38 WIB

Hidayat Wakili Indonesia di Liga Muslim Dunia
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, saat menerima tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan verifikasi terhadap harta kekayaannya, di kediamannya di Kemang Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2012). Dari hasil verifikasi KPK terhadap harta kekayaan mantan ketua MPR ini, diketahui jumlah harta kekayaan Hidayat senilai Rp12,1 miliar. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid meninggalkan Indonesia menuju Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/6/2012). Kedatangan Hidayat ke Arab Saudi untuk menghadiri pelantikan dirinya sebagai Anggota Rabithah Alam Islami (Moslem World League/Liga Muslim Dunia).

Menurut Hidayat, sejatinya dia sudah dua bulan lalu diundang untuk pelantikan tersebut. Namun kesibukkannya sebagai Ketua Badan Antar parlemen (BKSAP) DPR membuatnya belum bisa hadir. Dengan pertimbangan posisi Indonesia di lembaga tersebut sudah lama kosong, Hidayat akhirnya menyempatkan diri untuk menghadiri pelantikan tersebut. Sedianya Hidayat akan dilantik menjadi Wakil Indonesia di Rabithah Alam Islami pada hari Sabtu, (17/6/2012) pagi waktu Makkah.

Hidayat mengatakan, dirinya sebenarnya berat meninggalkan tanah air, terutama Jakarta. Karena banyak undangan dan silaturahim dengan warga Jakarta yang terpaksa dibatalkan.   

“Namun saya tidak akan lama, setelah pelantikan saya akan langsung kembali ke tanah air,” katanya sesaat sebelum berangkat.

Hidayat menyatakan, selama ini posisi Indonesia di lembaga dunia Islam itu kosong, setelah mantan Presiden Habibie tidak duduk lagi sebagai anggota di lembaga itu. Wakil Indonesia lainnya yang pernah duduk di lembaga itu adalah M. Natsir, Perdana Menteri Pertama Indonesia. Natsir menjadi anggota RAI pada 1969.

Hidayat menjelaskan, keberadaan Indonesia di lembaga itu sangatlah strategis. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, penting bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan wakil di RAI. Pasalnya, RAI merupakan lembaga yang cukup berpengaruh di dunia internasional.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas