• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jakarta

Jokowi-Ahok Akhirnya Kampanye di Stadion GBK

Sabtu, 16 Juni 2012 00:21 WIB
Jokowi-Ahok Akhirnya Kampanye di Stadion GBK
TRIBUN JAKARTA/FX ISMANTO
Walikota Solo, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, menghadiri Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) di Jakarta. Kamis (14/6/2012) Calon Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mendapat kenang kenangan buku dari Setyo Fatwan, Managing Patner Dunamis Consulting. (TRIBUN JAKARTA/FX ISMANTO)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya mendapatkan Stadion Gelora Bung Karno(GBK) sebagai tempat kampanye. Hal itu didapat setelah KPU DKI Jakarta melakukan undian di Kantor KPU DKI Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Diketahui, Jokowi-Ahok harus bersaing dengan pasangan Hidayat-Didik untuk mendapatkan tempat kampanye di lapangan sepakbola itu pada 1 Juli 2012. Namun setelah proses undian bersama tim sukses Hidayat-Didik, akhirnya tim sukses Jokowi-Ahok mendapatkan tempat tersebut.

Sementara pasangan Foke-Nara tidak berebut dengan pasangan Hendardji-Riza untuk mendapatkan stadion GBK. Pasalnya keduanya tidak memilih tempat itu untuk berkampanye pada 30 Juni 2012. Foke-Nara memastikan berkampanye di lapangan sepakbola Sumantri Brojonegoro, dan pasangan Hendardji-Riza melakukan kampanye di Lapangan Sepakbola Pulomas.

Polemik terjadi pada pasangan Alex-Nono dan Faisal-Biem. Mereka yang terpilih untuk berkampanye disana belum bisa dipastikan dapat memakai tempat tersebut. Karena pada tanggal 7 Juli, diadakan acara di Stadion GBK.
GBK.

Ketua Pokja Kampanye DKI Jakarta, Suhartono mengatakan undian digunakan untuk memilih pasangan yang mendapat di tempat tersebut. Namun, dikembalikan kepada timses yang bersangkutan untuk melobi panitia yang menggelar acara pada tanggal tersebut.

"Jadi setelah kita undi, maka timses dapat melobi bersama pengelola dan panitia untuk acara tersebut," ujar Suhartono.

Jelas saja tawaran tersebut ditolak, pasangan Alex-Nono dan Faisal-Biem menyebut KPU DKI tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Profesional KPUD diragukan dan semakin tidak mempercayai KPUD sebagai penyelenggara," ujar Timses Alex-Nono, Abu Sangaji.

Abu mengatakan seharusnya KPU DKI Jakarta seperti lepas tangan terhadap permasalahan tersebut. Hal senada juga dikatakan timses Faisal-Biem, Iman Musaman.

"Nanti waktunya lebih lama lagi untuk melobi GBK," kata Iman.

"KPU harus punya political will, kewenangan dia menyakinkan pengelola GBK bahwa ini acara pesta demokrasi yang sudah lama dipersiapkan. Harusnya tanggal itu dikosongkan," ujar Abu.

Menanggapi hal itu, Suhartono mengambil keputusan agar rapat dihentikan sementara. Namun, dilanjutkan kembali setelah diskors selama 1 jam.

Tetapi rapat lanjutan akhirnya tidak terjadi karena seluruh tim sukses pasangan calon lebih memilih meninggalkan ruang rapat.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas