Minggu, 29 Maret 2015
Tribun Jakarta

Calon Independen Bentuk Perlawanan Terhadap Parpol Korup

Selasa, 19 Juni 2012 17:56 WIB

Calon Independen Bentuk Perlawanan Terhadap Parpol Korup
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Faisal Basri, salah satu calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran calon independen untuk memperebutkan kursi DKI 1, merupakan bentuk radikalisasi politik terhadap karakter partai politik (parpol) yang cenderung korup.

Parpol saat ini tengah dilanda persoalan serius, mulai dari kecenderungan parpol yang bergaya oligarki, elitis, serta terjebak pada korupsi akut.

Calon independen dalam pemilukada hendaknya dianggap sebagai alternatif mengatasi stagnasi politik, menjebol kebuntuan oligarki, dan memanipulasi politik representasi.

"Calon independen adalah bagian dari radikalisasi politik, ketika struktur politik konvensional yang diselenggarakan oleh demokrasi prosedural yang diperankan oleh representasi  politik  seperti partai, tidak mendorong upaya-upaya inovasi dan pembaruan pada demokrasi," papar pengamat politik UGM Arie Djito, dalam diskusi bertema  'Mencari Calon Pilihan Rakyat, Antara Independen dan Partai Politik' di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (19/6).

Arie melanjutkan, jika Jakarta tidak melihat peluang pemilukada sebagai arus baru untuk perubahan, maka lima tahun lagi Jakarta akan terjebak pada situasi sama, bahkan akan mengalami decline.

Namun, jika upaya eksperimen radikalisasi politik bisa dilakukan di Jakarta, kata Arie, maka bisa dijadikan barometer bagi daerah lain untuk bisa membenahi dua hal.

"Pertama, ini teguran bagi partai, bahwa selama ini terjadi distrust pada pemilih partai politik. Kedua, partai-partai itu harus segera membenahi diri, melakukan reformasi. Parpol saat ini kian konservatif, enggan memperbaiki situasi tata kelola organisasinya," imbuh Arie.

Halaman123
Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas