Kamis, 29 Januari 2015
Tribun Jakarta

Cegah Banjir di Jakarta, Rumah Pompa Pluit Direkonstruksi

Selasa, 19 Juni 2012 17:53 WIB

Cegah Banjir di Jakarta, Rumah Pompa Pluit Direkonstruksi
beritajakarta.com
Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Menteri PU Saat melakukan peresmian waduk Pluit

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya keras melakukan penanganan banjir secara menyeluruh. Untuk mengurangi banjir di ibu kota, khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Jepang merekonstruksi Rumah Pompa Pluit sisi timur, Penjaringan, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, meski saat ini pihaknya telah berhasil mengatasi banjir, namun masih dibutuhkan kerjasama yang baik dan menyeluruh agar penanganannya lebih baik lagi di masa yang akan datang.

"Proyek ini diperuntukan bagi pencegahan banjir di DKI Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara," ujar Fauzi saat menyambangi proyek rekonstruksi Rumah Pompa Pluit sisi timur, Penjaringan, Selasa (19/6).

Diungkapkan Fauzi, pihaknya telah melaksanakan hal yang menjadi kewajiban pemerintah untuk mendukung berlangsungnya proyek rekonstruksi rumah pompa tersebut. Diantaranya, menyosialisasikan kepada warga sekitar, memperbaiki akses jalan menuju rumah pompa, memindahkan gardu listrik membangun rumah pompa di Kaliduri serta menambah electrical power hingga 4.000 KVA untuk pompa yang baru.

Pada kesempatan itu, Fauzi pun mengucapkan rasa terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Jepang serta instansi terkait lainnya yang telah memberikan eksistensi dan dukungannya atas terlaksananya penanganan banjir yang lebih baik di Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto menambahkan sebagai ibu kota, pusat perekonomian, pemerintahan maupun perdagangan, sudah semestinya Jakarta mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah pusat. "Jakarta merupakan bagian hilir dari 13 sungai sehingga rentan terhadap banjir," kata Djoko.

Stasiun Rumah Pompa Pluit ini, dikatakan Djoko, salah satu implementasi penanganan banjir yang sudah dilakukan sejak tahun 1973 oleh pemerintah pusat. Dengan kondisi Jakarta yang 40 persen wilayahnya di bawah permukaan air laut, maka keberadaan polder, reservoir, dan pompa diharapkan dapat melayani drainase di wilayah Jakarta dengan efektif.

Halaman12
Editor: Yulis Sulistyawan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas