Rabu, 26 November 2014
Tribun Jakarta

Ahok: Biaya Politik Lebih Mahal di Bangka Ketimbang DKI

Sabtu, 23 Juni 2012 22:35 WIB

Ahok: Biaya Politik Lebih Mahal di Bangka Ketimbang DKI
Mochamad Faizal Rizki/Tribun Jakarta
Foto Kedatangan Jokowi-Ahok di Gelora Bung Karno Dalam Acara Deklarasi Damai Sabtu (23/06/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok mengungkapkan bahwa sepanjang karier politiknya, menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang paling murah ketimbang saat dirinya mencalonkan diri menjadi Bupati Bangka Belitung.

Dengan membandingkan biaya operasional saat ia menjadi calon di daerah, biaya untuk meraup dukungan masyarakat Jakarta terbilang murah karena dana kampanye berasal dari partai, termasuk dalam atribut kampanye untuk mempopulerkan namanya.

"Sepanjang karier politik saya, di Jakarta ini biayanya yang paling rendah," ujarn Ahok saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Selatan, Sabtu (23/6/2012).

Ahok pun menghitung biaya yang paling besar yang harus ditanggung adalah untuk saksi yang berada di tingkat kelurahan dan kecamatan. Ia menghitung-hitung bila saksi ada 30 ribu orang dan satu orangnya dijatah Rp 150 ribu maka total untuk biaya saksi Rp 4,5 miliar.

Tentu saja para saksi pun harus dipersiapkan dengan memberikan pelatihan dan atribut lainnya seperti pakaian, sehingga diperkirakan akan menyedot dana sekitar Rp 6 miliar.

"Untuk saksi itu sekitar Rp 5-6 miliar. Itu pun bukan dari saya tapi dari sumbangan-sumbangan. Mana mungkin saya punya uang sebesar itu," ungkapnya.(*)

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas