• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jakarta

Cambukan Ahok Lukai Dua Penari Caci

Sabtu, 23 Juni 2012 14:59 WIB
Cambukan Ahok Lukai Dua Penari Caci
Adi Suhendi/Tribunnews.com
Penari Caci dalam acara Karnaval Budaya Nusantara dan Festival Kebhinekaan di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (23/6/2012)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sebelum memberikan kata-kata dalam acara Karnaval Budaya Nusantara dan Festival Kebhinekaan di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (23/6/2012), Basuki Tjahaja Purnama calon wakil gubernur DKI Jakarta yang mendampingi Joko Widodo ini diminta untuk bergabung dengan penari caci.

Tari caci merupakan tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai. Tarian ini berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur.

Seorang penari caci kemudian menyerahkan sebuah cambuk kepada Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggi Ahok untuk mencambuk penari caci tersebut.

Terpantau wartawan Ahok tampak ragu-ragu melakukan cambukan kepada penari, pasalnya cambuk yang terbuat dari kulit tersebut tentu saja bisa melukai orang yang dipukulnya.

Setelah dibujuk dan diyakinkan, Ahok pun memukulkan cambuknya kepada penari yang menangkisnya. Tidak tahu tehnik bagaimana memukulnya cambukan Ahok membuat seorang penari terluka.

Terdengar seorang penari pun menggerutu karena cambukan Ahok mengenai badan bagian belakangnya, dengan menggunakan bahasa daerah ia menggerutu kepada temannya sambil mengusap-usap punggungnya yang terkena cambuk dan terlihat kesakitan. Tetapi sang penari tidak apa-apa.

Kemudian, Ahok pun diminta kembali untuk memukul kembali penari dengan cambuk, meskipun orang yang dicambuk Ahok memakai tameng tetap saja pundaknya terluka karena cambuk yang dipukulkan Ahok.

Kepada wartawan, Ahok mengaku bahwa dirinya tidak tahu cara mecut. "Makanya tadi luka satu karena saya pikir dia mau main hajar saja, saya kan kebiasaan kalau habis hajar satu pasti bolak balik, rupanya itu menurut kepercayaan mereka karena pukulan yang bolak balik mengakibatkan luka, makanya tadi dia kesakitan," ungkap Ahok.

Kemudian orang yang memakai tameng pun menurut Ahok terluka. Padahal menurut mereka seharusnya tidak terluka meskipun dipukul beberapa kali. "Harusnya itu tidak bisa dilukai dengan dipukul. Tetapi mereka justru terluka. Jadi tidak enak juga (melukai penari)," ungkap Ahok.

Baca Juga:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
657052 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas