Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Faisal Basri Berharap Tak Ada Penggusuran

Selasa, 26 Juni 2012 20:54 WIB

Faisal Basri Berharap Tak Ada Penggusuran
TRIBUN JAKARTA/MOCHAMAD FAIZAL RIZKIl Rizki
Cagub DKI Faisal Basri kunjungi rumah susun Tambora

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cagub DKI Independen Faisal Basri memimpikan semua keluarga di Jakarta memiliki rumah tinggal yang layak. Dia mengajak semua warga untuk merubah pola pikir bahwa rumah bukan untuk dimiliki, tapi bagaimana agar sepanjang hidup warga bisa terpenuhi kebutuhan papannya sepanjang hidupnya.

Dalam kunjungannya ke Blok C, Rumah Susun (Rusun) Tambora, Jakarta Barat, Selasa (26/6/2012), Faisal menyebutkan pola-pola membangun rumah sehat tanpa menggusur. Rumah sehat dibangun dengan pola membangun ke atas atau bertingkat. Penduduk yang memiliki surat sah akan membentuk sebuah perusahaan di mana mereka menjadi pemegang sahamnya.

Setelah itu, pemerintah akan menyewa lahan tersebut dari mereka. Sebagian lahan akan dibuat menjadi lahan komersil, di mana lahan tersebut nantinya bisa dibangun pusat perbelanjaan atau minimarket yang bisa disewakan dan yang mendapatkan uang sewa tersebut adalah warga.

Sebagian lagi bisa dibangun ruang terbuka untuk publik, karena di Jakarta, anak-anak sudah kekurangan tempat bermain yang sehat dan bersih. Dengan konsep ini, warga tidak terpinggirkan dan tidak tercerabut dari akar komunitas dan penghidupannya.

“Publik space kurang, tanah jadi kendala. Tapi saya masih optimistis, tanah-tanah terlantar bisa dibicarakan tukar gulingnya seperti apa. Harus dikembangkan program pemerintah yang membangun tanpa menggusur. Sekarang yang terjadi permukiman kumuh digusur, ditempati pengembang. Kenapa rakyat enggak dihimpun? Harusnya ownership mereka jangan dirusak,” kata Faisal.

Dengan pola demikian mereka tidak kehilangan kepemilikan dan tetap tinggal di lingkungan tersebut.
Dia juga tidak setuju jika Rusun Tambora ini dirubuhkan meski usianya sudah 25 tahun. Rusun Tambora Blok C dan D saat ini dihuni sekitar 1.100 jiwa.

“Jika dirubuhkan dan dibangun lagi, mereka (warga) mau kemana. Harus ada pembangunan kota yang berkelanjutan, harus ada pola tampungnya bagaimana jika nanti ada renovasi. Pemerintah harus menunjukkan pada warga apa yang lebih baik. Jangan Cuma ngomong tapi kurang aksi nyata,” jelas Faisal lagi.

Melihat yang ada di komplek Rusun Tambora tersebut, Faisal menyebutkan jika lahan yang dihuni warga seharusnya tidak sepadat ini.

Jakarta Barat dinilai sebagai wilayah penuh tantangan bagi kedua pasangan karena sesuai sensus 2010, penduduk Jakarta Barat adalah yang terpadat nomor dua setelah Jakarta Timur. Pertumbuhan penduduk di wilayah ini mencapai 1,8 persen per tahun.

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas