• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Jakarta

JPPR: Kampanye Terbuka Ajang Unjuk Kekuatan

Senin, 2 Juli 2012 08:27 WIB
JPPR: Kampanye Terbuka Ajang Unjuk Kekuatan
Danang Setiaji/Tribunnews.com
Maskot Pilkada DKI, Elang Bondol

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Kampanye terbuka dilakukan oleh tiga pasangan calon yaitu pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini di GOR Kuningan, dan Jokowi-Ahok di Parkir Timur Senayan dianggap kontraproduktif. Hal ini dikatakan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).

"Ada tiga catatan yang menjadi pertimbangan kami. Pertama, kampanye terbuka lebih terkesan sebagai ajang unjuk kekuatan," kata Masykurudin Hafidz, Manajer Pemantauan JPPR, dalam siaran pers kepada Tribun Jakarta, Minggu (1/7/2012).

Unjuk kekuatan itu guna mengetahui seberapa besar pasangan calon tersebut mendapatkan dukungan yang luas. Menurutnya ini terlihat jelas dalam kampanye Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini yang juga direncanakan untuk meraih rekor MURI dalam kampanye terbanyak.

Demikian juga unjuk kekuatan tersebut dilakukan oleh pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan menghadirkan ketua partai politik, agamawan, musisi dan artis Ibu Kota.

"Kedua, Kampanye terbuka justru kontraproduktif dengan materi dan program yang dikampanyekan. Berencana akan mengurangi kemacetan kok dengan menciptakan kemacetan," tulis Masykurudin.

Menurutnya, kampanye dengan menciptakan kemacetan ini justru akan dicatat buruk oleh masyarakat pemilih Jakarta. "Permohonan maaf oleh Fauzi Bowo dan Hidayat Nur Wahid tidak menjawab persoalan, mestinya keduanya sudah tahu akan membuat macet," lanjutnya.

Apalagi, kata Masykurudin, hari ini adalah hari libur di mana jalan-jalan yang mestinya kosong dan digunakan untuk masyarakat untuk berolahraga (car free day).
"Ketiga, masih banyak ditemui pelibatan anak-anak dalam kampanye dalam kampanye Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dan Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli di Kuningan," ujar Masykurudin.

Pelibatan anak-anak jelas dilarang dalam kegiatan politik serta melanggar UU No. 23 tahun 2002 pasal 15 tentang Perlindungan Anak.

"Mestinya, pasangan calon dan tim suksesnya memberitahu, untuk tidak membawa anak-anak dalam kampanye dan memfasilitasi bagaimana anak-anak berada ditempat yang aman dan nyaman saat kampanye," kata Masykurudin.

Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
684781 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas