Minggu, 23 November 2014
Tribun Jakarta

Adi Dihajar di Posko

Selasa, 3 Juli 2012 18:37 WIB

Adi Dihajar di Posko
Tribunnews.com/Danang Setiaji
Nono Sampono mengunjungi warga yang berada di kolong jembatan di Jalan Matraman Jakarta Timur.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Adi Saputra (23) sedang asyik menurunkan atribut peraga kampanye di Posko pasangan Alex Noerdin - Nono Sampono, ke posko mereka di Jl Baserin, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2012).  Alangkah terkejutnya Adi ketika segerombolan orang tiba-tiba menyerangnya hingga luka parah.

Relawan Alex-Nono itu bersama rekan-rekannya,  baru saja membawa atribut kampanye milik Alex-Nono dari arah Fatmawati. Posko mereka letaknya di belakang Pos PP (Pemuda Pancasila). Adi adalah seorang supir angkot C.05 jurusan Pondok Aren - Kebayoran Lama.
Pada malam nahas itu, sekitar pukul 22.00 WIB Adi dan temannya mendadak dihajar sekelompok orang, jumlahnya diperkirakan sekitar 20 orang. Menurut Taufik Hidayat (46), rekan Adi, kelompok penyerang tersebut membawa parang, celurit, kelewang, dan bertopeng.

Menurut Taufik, tiga bacokan melukai tubuhnya. Adi juga menjadi bulan-bulanan hingga harusmenerima 21 jahitan di tubuhnya akibat sayatan senjata tajam.

"Kami juga dihajar," ujar Taufik yang saat itu bersama-sama dengan Adi.

Kejadian tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit ketika Taufik mendadak berteriak-teriak yang menyita perhatian kelompok bersenjata tajam itu. "Saya berteriak bubar," lanjut Taufik.

Mendengar teriakan tersebut, massa langsung membubarkan diri. "Mungkin mereka pikir itu teriakan komando mereka," lanjut Taufik.

Adi yang mengalami luka cukup parah kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Keesokan harinya, Taufik dan Nurjannah, Koordinator Alex-Nono di Kecamatan Pesanggrahan, mengadukan kasus tersebut ke Polsek Pesanggrahan.

Kamis pagi, (25/6/2012), Taufik mendapati surat kaleng tergeletak di Posko Alex-Nono. Posko tersebut sehari-hari juga digunakan sebagai tempat kerja Taufik sebagai usaha sablon dan sebagainya. Surat yang ditulis dengan bolpoin tinta merah tersebut berisi perintah agar tuntutan mereka di kepolisian segera dicabut atau posko dibakar.

Beberapa jam setelah penemuan kertas berisikan ancaman, sekitar pukul 13.00 WIB, ketika pimpinan posko melaporkan kejadian tersebut ke KPU, justru terjadi peristiwa penculikan dua relawan Alex-Nono dari posko tersebut.

Dua orang itu adalah Abdul Kohar alias Ako yang sehari-hari berprofesi sebaga penjual bensin eceran dan Abdullah alias Aab yang sehari-hari mencari nafkah sebagai tukang cuci motor.

Menurut Nurjanah, pihaknya mengharapkan pihak Polsek Pesanggrahan memberi kabar terbaru atas penyelidikan kasus tersebut.

"Kita lihat dulu perkembangan karena kita harus dapat laporan kasusnya sampai dimana. Kalau lambat kami harus berkoordinasi ke pusat apakah meneruskan ke Polres atau Polda," ujar Nurjannah yang ditemui di poskonya, di Ulujami, Senin (2/7/2012). (ERI KOMAR SINAGA)

*Silakan klik di Sini untuk update Tribun Jakarta Digital Newspaper


Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas