Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Jakarta

'Anugerah Berdaya Bareng-bareng' dari Faisal-Biem

Rabu, 4 Juli 2012 00:00 WIB

'Anugerah Berdaya Bareng-bareng' dari Faisal-Biem
TRIBUN JAKARTA/MOCHAMAD FAIZAL RIZKI
Faisal Basri dan Biem Triani Benjamin mengunjungi warga dan pedagang di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen Faisal Basri-Biem Benyamin, memberikan 'Anugerah Berdaya Bareng-bareng' kepada lima orang.

Anugerah tersebut merupakan wujud apresiasi Faisal-Biem bagi tokoh-tokoh yang sudah berjasa untuk Jakarta dan lingkungannya, sehingga Jakarta menjadi lebih nyaman, ramah, dan beradab.

Kategori terdiri dari bidang kesehatan, pendidikan, wirausaha, kebudayaan, dan bidang lingkungan.

Acara pemberian anugerah digelar di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2012) pukul 18.00 sampai selesai.

'Anugerah Berdaya Bareng-bareng' dihadiri 45 nominator dari berbagai kalangan dan komunitas. Proses penjurian sudah dilakukan pada 27 Juni 2012. Para juri adalah Chico Hakim, Dinna Wisnu, Elisa Sutanudjaja, Yayat Supriatna, dan Azwar Zulkarnaen. Kriteria umum pemilihan penghargaan anugerah adalah:

1. Punya kemampuan meningkatkan upaya kerja sama untuk kepentingan kesehatan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, kemampuan wirausaha dan kesejahteraan sosial, pelestarian budaya dan lingkungan kota, toleransi umat beragama, serta penegakan hukum secara adil di daerahnya masing-masing.

2. Punya prestasi dalam bidangnya yang berdampak di daerahnya masing-masing, serta mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia.

3. Menjadi panutan di lingkungan yang dipimpin, maupun dalam keluarga dan masyarakat.

4. Memiliki etos kerja tinggi, serta berhasil membuka lapangan kerja di daerahnya masing-masing.

5. Mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, serta memperkuat jati diri dan kepribadian bangsa, dengan memberikan wawasan dan makna pada pembangunan dari seluruh dimensi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

6. Menjadi pimpinan atau pengelola, baik di perusahaan, instansi pemerintah, swasta, atau organisasi sosial kemasyarakatan.

Sedangkan kriteria khususnya, umur di atas 17 tahun, berdomisili di DKI Jakarta, tempat kegiatan atau usaha di DKI Jakarta, sehat jasmani dan rohani, serta kegiatan atau usaha yang dilakukan minimal telah berlangsung selama setahun dan berkelanjutan sampai saat ini.

"Selain itu, pemenang tidak terlibat dalam partai politik tertentu, atau tidak mendukung cagub lain. Punyai potensi dukungan massa, misalnya komunitas hobi, komunitas sosial, komunitas pengajian, dan lainnya," jelas Faisal dalam rilis yang diterima Tribun.

Faisal-Biem percaya, warga Jakarta punya energi untuk membenahi kotanya. Banyak sekali inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh warga untuk merawat Jakarta, malah tanpa campur tangan pemerintah. (*)

BACA JUGA

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas