Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jakarta

Faisal Basri: Gubernur yang Sekarang Musuh Kalian

Sabtu, 7 Juli 2012 19:09 WIB

Faisal Basri: Gubernur yang Sekarang Musuh Kalian
TRIBUNNEWS.COM/Mochamad Faizal Rizki
Mpok Nori ikut ikut pendukung pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin. Mpok Nori hadir dalam kampanye terakhir pasangan independen ini di GOR Rawamangun, Sabtu (7/7/2012)

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta dari jalur independen Faisal Basri-Biem Benjamin meminta kepada aparat pemda agar menjadi garda terdepan perubahan Jakarta.

“Para pegawai pemda di DKI Jakarta dan Pulau Seribu, kalianlah yang merupakan garda terdepan dari perubahan itu,” kata Faisal di hadapan 10.000 massa pendukung di stadion olah raga Rawamangun, Sabtu (7/7/2012).

Menurut Faisal, kubu independen bukanlah musuh mereka. “Jangan pandang kami sebagai musuh. Gubernur yang sekaranglah musuh kalian. Dialah yang membuat kalian jauh dari rakyat, yang menutup mata hati kalian. Ayo, songsong perubahan,” kata Faisal.

Dikatakan Faisal, perubahan sudah tampak di pelupuk mata Jakarta. “Jangan kita sia-siakan. Jakarta sudah sepatutnya jadi suri tauladan bagi negeri ini. Mari kita mulai dari Jakarta, perubahan yang memanusiakan manusianya," kata Faisal dalam orasinya.

"Mari kita usung keadaban baru, keadaban yang dilandasi etika dan moralitas. Mari kita jadi agen-agen perubahan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, Faisal Basri juga menyerukan kepada para aparat pemda untuk beralih pada paradigma baru, yaitu mengabdi pada warga.

“Jangan takut kepada penindakan yang mereka lakukan. Hati kita tidak tergantikan. Masa depan kita tidak bisa dicerabut. Mari bersatu dengan warga untuk memenangkan kita semua,” kata Faisal.

Faisal juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk mengamankan isi kotak suara.

“Satu lagi tugas kita. Kita sudah sedemikian lelah. Jangan sampai kita tersirap di masa-masa terakhir. Jangan sampai kotak suara kita, isi suara kita dirampok sama yang lain,” ujarnya.

Jumlah anggota Panwaslu, imbuhnya,  sangat tidak memadai dalam mengawasi kota suara.
“Mari kita bantu Panwaslu. Mari kita bantu PPS (panitia pemungutan suara) untuk mengamankan suara warga, untuk mengamankan kepentingan warga," pinta Faisal Basri.

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas