• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Pertarungan Jokowi dan Foke di Putaran Kedua Makin Ketat

Rabu, 11 Juli 2012 22:55 WIB
Pertarungan Jokowi dan Foke di Putaran Kedua Makin Ketat
Warta Kota/Bian Harnansa/Alex Subhan
Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Joko Widodo (kiri). Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kanan) Siap mengikuti Pilkada Putaran kedua.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam era demokrasi saat ini, Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) tidak semata-mata hanya bertumpu pada mesin partai saja, tetapi sosok calon pun akan menentukan kemenangan.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat dari Jaring Suara Indonesia (JSI) pasangan Joko Widodo-Basuki merauP suara lebih besar dibandingkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Tentu saja di putaran kedua mesin partai dan sosok kedua tokoh dari masing-masing pasangan akan sangat menentukan siapa yang akan menduduki kursi DKI 1.

Direktur Riset JSI Eka Kusmayadi menjelaskan dilihat dari sosoknya, Foke panggilan akrab Fauzi Bowo memunculkan image seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengelola Jakarta.

Sedangkan lawan politiknya Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi lebih menojolkan figurnya yang lebih memasyarakat.

"Tiap calon memiliki keunggulan masing-masing. Foke dianggap lebih mampu mengelola Jakarta karena kemapanan sosoknya, sehingga menganggap dirinya lebih mampu, sementara Jokowi lebih menekankan pada figur dibandingkan kemampuan," terang Eka di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).

Terlepas dari dua sosok yang ditampilkan masing-masing calon, untuk meraup suara di putaran kedua Pilkada DKI, tentu yang paling masuk akal dilakukan Jokowi dan Foke untuk bertarung di putaran kedua adalah melakukan koalisi dengan calon-calon yang tersingkir di putaran pertama.

"Saya pikir meraka akan merangkul yang lain," ujarnya.

Pada putaran kedua, suara-suara yang awalnya dikumpulkan kandidat yang kalah menjadi liar. Tentu saja itu akan menjadi sasaran empuk untuk Jokowi dan Foke menggandengnya.

"Dinamikan DKI ini sangat kuat, hasil riset pun tidak tahu akan lari kemana, tapi kami akan prediksi suara empat ini kemana, menurut saya pendekatan personal akan sangat menentukan (perolehan suara) daripada pendekatan sisi yang lain," jelasnya.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat JSI yang dihimpun dari 400 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang dijadikan sampel JSI dengan jumlah suara 115.340, Jokowi-Basuki mendapatkan 48.413 atau 41,97 persen suara, kemudian disusul pasangan Foke-Nara dengan total suara 39.703 atau 34,42 persen.

Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini menempati posisi ke tiga dengan perolehan suara 13.148 atau 11,4 persen. Berada di posisi ke empat, pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan perolehan 5.954 suara atau 5,16 persen.

Posisi ke lima ada pasangan calon gubernur independen Faisal Basri-Biem T Benjamin dengan perolehan 5.949 suara atau 5,16 persen. Posisi terakhir diperoleh pasangan independen Hendardji Soepansji-A Riza Patria dengan perolehan 2.173 suara atau 1,88 persen.

KLIK JUGA:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
716141 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas