Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Ahok: Silakan Contek Strategi Kami

Kamis, 12 Juli 2012 19:13 WIB

Ahok: Silakan Contek Strategi Kami
/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
JOKOWI AHOK: Calon Gubernur DKI Jakarta Haji Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama, memberikan keterangan di posko kemenangan, Rabu (11/7/2012) di Jalan Borobudur 22, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akan adakah kejutan lagi untuk pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama untuk meladeni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam pemilu kepala daerah yang masuk putaran kedua? Basuki atau akrab disapa Ahok membeberkan bagaimana ia dan patnernya menerapkan strategi kampanye untuk sampai di final nanti.

"Jujur saja, dari dulu berpolitik, meski itu strategi, kita tetap tidak ada rahasia. Karena tujuan kami menjadi contoh, etalase, barometer Indonesia. Kita membagi kartu nama. Nanti orang ikut bagaimana? Justru kita "memaksa" agar politisi lain ikut," ujar Ahok saat ditemui di Cava Cafe bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).

"Kalau orang sudah tahu bahwa Jokowi sama Ahok jualannya cuma ketemu orang, keliling kampung, minta baju ditolak, sembako ditolak, uang ditolak. Terus orang bilang, kalau begitu kita ikut deh. Jadi nanti orang jual program. Politisi lain menilai ternyata ada rekam jejaknya," terang Ahok yang pernah menjadi Bupati Belitung Timur itu.

Bahkan, Ahok yakin strategi kampanye seperti Jokowi dan dirinya lakukan menjadi model pada pemilu 2014 nanti, semua orang akan berpikir, kalau mau berpolitik murah tanpa biaya harus mempertontonkan karakter sejati, dan rekam jejak. Kalau itu terjadi, semua orang akan berlomba-lomba sekalipun dia pura-pura baik tanpa jejak rekam.

Dalam putaran kedua nanti, memang waktu kampanye terbuka tidak sepanjang pada putaran pertama. Ada tiga hari saja untuk kampanye terbuka. Namun bukan berarti gaya kampanye Ahok dan Jokowi akan berubah.

"Kami sih tetap jalan saja, daripada mengundang orang datang. Dengan jalan kita bisa ketemu seribu orang," ungkapnya. "Kalau kita datang bikin tenda mau mengundang 200 orang saja susah."

Ada alasan pokok kenapa Ahok secara pribadi mau turun ke jalan menyapa warga. Hal ini tak lepas dari prinsip berpolitiknya bahwa sebagai politisi adalah mengedukasi rakyat memilih denga cerdas, kedua datang melayani, dan ketiga menunjukkan rekam jejak dan mau berkorban.

"Kalau berhasil tetap tiga, membuat penuh otak, perut dan dompet," ungkapnya.

Klik Juga:

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas