• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Foke Harusnya Ucapkan Terima Kasih pada Pendukungnya

Jumat, 13 Juli 2012 18:43 WIB
Foke Harusnya Ucapkan Terima Kasih pada Pendukungnya
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), bersama cawagub Nachrowi Ramli (kanan), melakukan konferensi pers, di Foke-Nara Center, Megaria, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Pasangan Foke-Nara masuk ke putaran kedua Pilkada Jakarta, bersama pasangan Jokowi-Ahok. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walaupun menempati peringkat kedua dibawah pasangan Jokowi-Ahok, calon incumbent Fauzi 'Foke' Bowo dinilai sudah sepantasnya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukungnya selama ini.

"Walaupun mendapat peringkat kedua, Foke harusnya mengucapkan terima kasih pada yang mendukungnya. Tetapi nyatanya dia kan tidak ucapkan terima kasih. Ini bisa lari pendukungnya. Lain dengan Jokowi. Dia setelah melihat hasil quick count, bilang dengan ketulusan ini kemenangan bersama dari yang paling bawah. Itu luar biasa," ujar pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, Jumat (13/7/2012) kepada Tribun.

Iberamsyah pun menilai mesin parpol Demokrat setali tiga uang dengan mesin parpol Golkar, yakni tidak bekerja saat pemilukada DKI sehingga menyebabkan pasangan Foke-Nara kalah bersaing dengan Jokowi-Ahok yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra. Menurutnya hanya ada dua partai yang bekerja mesin partainya, yakni PKS dan PDI Perjuangan.

"Demokrat itu nggak ada loyalitas sama partai. PKS memang massanya loyal, kalau PDIP ada rasa nasionalisme ke Megawati. Parpol lain nggak punya massa loyal, cuma ikut-ikutan. Saya rasa kekalahan Foke juga karena memilih Demokrat. Orang saat ini enggan pilih Demokrat," cetusnya.

Iberamsyah menambahkan, pada pemilukada DKI kali ini memang agak sulit ditebak prediksi siapa yang akan menang. Menurutnya hal itu terlihat dari perolehan suara PKS yang hanya 11 persen walaupun mempunyai basis massa yang loyal.

"Putaran kedua ini tergantung apa yang dijanjikan dan ketokohan pasangan calon. Kalau mengandalkan mesin parpol, tidak bisa dipercaya. Parpol itu bankernya koruptor," pungkasnya.

Klik Juga:

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
1 KOMENTAR
722171 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • babau-Jumat, 13 Juli 2012 Laporkan
    partai itu hanx kendaraan saja....msyrkat sdh tdk prcaya sm partai...semuax palsu..!. Mau dmokrat, PDIP, Golkar dll.......tp kami melihat figur...!. Seharusx mega wati yg harus brterimakasih trhdap jokowi-ahok...krn mreka partaix jd populer.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas