• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jakarta

Foke-Nara Kalah Karena Demokrat Tersandera Kasus Korupsi

Jumat, 13 Juli 2012 18:14 WIB
Foke-Nara Kalah Karena Demokrat Tersandera Kasus Korupsi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), dan cawagub Nachrowi Ramli (kanan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegagalan pasangan Foke-Nara mendapat peringkat pertama dalam quick count pemilukada DKI dinilai tak lepas dari citra Partai Demokrat saat ini yang kadernya banyak terjerat kasus korupsi.

Memasuki putaran kedua, parpol lain pun sepertinya enggan merapat memberikan dukungan pada partai berlambang bintang mercy tersebut.

Menurut pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, jika ada partai yang mengalihkan dukungannya pada pasangan Foke-Nara yang tak lain calon dari Demokrat, maka partai pendukung itu bisa saja ikut tercemar namanya akibat jebloknya citra Demokrat saat ini, dimana banyak kadernya yang terlibat kasus korupsi.

"Kalau misalnya PKS memberikan dukungan ke Demokrat, itu tentu saja akan mempengaruhi citra PKS. Saya pikir saat ini Demokrat dijauhi rakyat. Parpol pun enggan merapat ke Demokrat karena banyak kasus korupsi," ujar Iberamsyah kepada Tribun, Jumat (13/7/2012).

Dikatakannya, andaikata PKS mendadak memberikan dukungannya pada Foke-Nara untuk putaran kedua, maka hal itu tidak akan berpengaruh banyak.

Walaupun PKS mempunyai basis massa yang loyal, lanjutnya, namun hal itu tidak menentukan siapa pemenang pemilukada DKI putaran kedua.

"Kalau PKS bergabung tentu ada pengaruhnya, tetapi tidak menentukan. Kalau dibilang menentukan, itu terlalu berlebihan. Buktinya pada putaran pertama, HNW-Didik yang diusung PKS hanya dapat 11 persen suara. Prediksi saya minimal bisa 20 persen," ungkapnya.

Ditambahkannya, bila PKS memberikan dukungannya pada Foke-Nara, maka hanya akan menambah suara calon incumbent tersebut maksimal sebanyak tujuh persen.

"Dan itu butuh biaya yang mahal. Saya pun tidak yakin bisa sampai tujuh persen," tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini beberapa kader Demokrat terjerat kasus korupsi yang diungkap oleh KPK. Diantaranya seperti mantan Bendahara Demokrat M. Nazaruddin, ataupun Angelina Sondakh yang menjadi tersangka kasus Wisma Atlet.

Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum pun tak lepas dari isu kasus korupsi karena kerap disebut Nazaruddin dalam proyek Wisma Atlet.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
721992 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas