• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Jakarta

Ahli Hukum Pidana: Pasal 338 KUHP Tidak Tepat

Rabu, 18 Juli 2012 16:41 WIB
Ahli Hukum Pidana: Pasal 338 KUHP Tidak Tepat
kompas.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli hukum pidana Djawahir Hejazziey yang hadir di persidangan terdakwa Afriyani Susanti mengatakan bahwa Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak tepat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

""Dalam pasal 338 KUHP tersebut ada kata sengaja," kata Djawahir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2012).

Menurut Djawahir, Jika dicermati kronologi kecelakaan yang menewaskan sembilan pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais pada bulan Januari 2012 lalu, maka unsur kesengajaan tersebut tidak ditemukan.

"Definisi kata sengaja memiliki beberapa unsur seperti, motivasi, perencanaan, persiapan, dan eksekusi. Sengaja juga mengandung unsur niat," ujar Djawahir.

Djawahir yang merupakan Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sjarif Hidayatullah Jakarta mengatakan bahwa saat itu Afriyani tidak memiliki motivasi untuk membuat orang lain celaka, hingga meninggal.

"Motivasi Afriyani hanya ingin pulang ke rumah dan tidak berniat mencelakakan orang lain," ujar Djawahir.

Klik Juga:

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
736872 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • petroy-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Orang yg tdk siap fisik ato psikologis utk mengemudi pasti tau akibat yg akan terjadi klo ttp dipaksakan mengemudi. Seperti tau klo dibawah pengaruh alkohol saat mengemudi bisa berakibat fatal. Ini bisa dikatakan dg sengaja memaksakan diri utk mengemudi w
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas