• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jakarta

Foke Tergantung Hujan dan Banjir

Rabu, 18 Juli 2012 18:37 WIB
Foke Tergantung Hujan dan Banjir
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Satpol PP Jakarta Selatan menurunkan papan reklame kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di Jalan HR.Rasuna Said Jakarta Selatan menggunakan crane pemadam kebakaran, Senin (9/7/2012) lalu.

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Putaran kedua Pemilukada DKI bakal menjadi pertaruhan besar bagi pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Faktor cuaca pada bulan September mendatang akan mempengaruhi perolehan suara duet Foke-Nara.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi menjelaskan, putaran kedua pemungutan suara Pemilukada DKI Jakarta akan digelar 20 September mendatang. Adhie mengingatkan, cuaca pada bulan September biasanya sering hujan.

Apabila bulan September nanti frekuensi hujan cukup tinggi, maka banjir biasanya melanda Jakarta. Dan bila nanti hal itu yang terjadi, maka banjir akan memberi keuntungan buat kompetitor Foke-Nara, yakni Joko ‘Jokowi’ Widodo-Basuki ‘Ahok’ Tjahaya Purnama yang diusung PDIP dan Gerindra.

"Atau malah bisa sebaliknya, apabila nanti banyak hujan tapi tidak banjir maka akan ada apresiasi masyarakat Jakarta kepada Foke," ujar Adhie Massardi, kepada Tribun, di Jakarta, Selasa (17/07/2012).

Mengenai isu SARA yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-Ahok, mantan juru bicara Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menilai warga Jakarta akan menilainya dengan sangat rasional.

Adhie yakin upaya kampanye hitam semacam penggunaan isu SARA justru membuat warga DKI lebih banyak lagi yang mendukung Jokowi-Ahok.

"Untuk isu SARA yang banyak dilontarkan kepada pasangan Jokowi-Ahok akhirnya malah bisa menjadi penguat posisi keduanya untuk mendulang suara lebih banyak," ujar Adhie.

Terkait persiapan kampanye pada putaran kedua Pemilukada DKI, Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendapat berbagai anjuran agar mengubah citra kepribadiannya yang terkesan kaku, pemarah, dan kurang senyum ketika tampil di publik, terutama di layar kaca televisi.

Penampilan Foke ini saja berbanding terbalik dengan rivalnya, calon gubernur DKI, Jokowi, yang dikenal bersahaja, tidak terlihat elitis dan murah senyum.

Tak kurang politisi Demokrat Sutan Bhatoegana sebelumnya menganjurkan Foke agar murah senyum untuk bisa menandingi Jokowi. Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo juga sebelumnya mengkritik Foke yang pembawaannya terkesan suka marah dan elitis.

Anjuran ini pun sepertinya disadari Foke. Pada saat wawancara dengan sebuah stasiun TV swasta dalam acara dialog yang disiarkan langsung, Selasa (17/7/2012), malam, senyum Foke tampak terus tersungging.

Saat pembawa acara menanyai Jokowi pada sesi itu, Foke dalam tayangan itu tampak senyum terus sepanjang kurang lebih 10 menit.

Di Twitter, senyum Foke di TV itu juga jadi perbincangan hangat. Pemilik akun @siagian_bharata menyebut. "Tumben semalem Foke senyum melulu. #ilc".

Lalu pemilik akun @mitha_aja yang menyebut senyum Foke terkesan terpaksa. "senyum foke diwwancara semalam kayakny maksa ya? Harusny foke gak perlu kampanye lagi, 5thn sdh cukup untk memenangkan DKI-1," ujarnya. (HASANUDIN ACO/SRIHANDRIATMO MALAU)


Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
737371 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas