• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribun Jakarta

Tim Sukses: Jokowi-Ahok Tak Mungkin Money Politics

Rabu, 18 Juli 2012 08:05 WIB
Tim Sukses: Jokowi-Ahok Tak Mungkin Money Politics
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo, diberi selamat oleh pendukungnya setelah memenangkan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, di Jokowi-Basuki Center, Borobudur, Jakarta, Rabu (11/7/2012). Pasangan Cagub-cawagub DKI Jokowi-Basuki masuk ke putaran kedua bersama pasangan Foke-Nara, setelah menyingkirkan 4 pasangan lainnya.

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua tim sukses pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jokowi-Ahok, Bambang Mudjiono berani menjamin bahwa calon yang
didukungnya tersebut sama sekali tak melakukan money politic.

"Baju kotak-kotak ini saja kami sebagai tim sukses beli Rp 90 ribu, Rp 30 ribunya untuk sumbangan kampanye," jelas Bambang, Selasa (17/7/21012).

Menurut Bambang, tidak mungkin Jokowi-Ahok melakukan money politic karena dana yang tersedia tak mencukupi.

"Kalau bisa dilihat, kami tidak ada poster-poster dan spanduk, karena tidak punya uang," aku Bambang.

Bambang mengatakan, sumbangan relawan yang mengucur untuk kampanye hanya digunakan untuk membayar baju saksi, konsumsi, dan pulsa.

"Bayangkan, kami memiliki 15.069 saksi. Kalau satu orang diberi Rp 100 ribu, sudah
berapa juta bahkan miliar jumlahnya," kata Bambang.

Ia menambahkan pihaknya tak akan melakukan money politic karena akan memberikan pendidikan politik yang tidak baik pada masyarakat.

"Seolah-olah kami membeli suara hanya 50.100, kemudian mereka menggadaikan suara untuk 5 tahun ke depan," jelas Bambang.

KLIK JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
734991 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Sssst-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Ssssst bisa aja kerjaannya
    team sukses si Foke.
    Senggaja memberi uang kpd
    masyarakat pemilih dg
    mengatas namakan Jokowi.
    Cara2 ini memungkinkan
    dilakukan oleh kubu Foke yg
    mulai panik, krn
    strategynya sdh tdk berguna
    melawan kecintaan warga DKI
  • Yefta Hidayat-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Money Politics memang gak mungkin tapi bisa dengan menutupi kegagalan calon. Ahok selama jadi bupati yang ternyata hanya 13 bulan dan belum menepati janji-janjinya malah meninggalkan hutang. Ckckckc, jangan sampai Jakarta dipimpin orang seperti itu.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas