• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Jakarta

Wiranto Anggap Wajar Hasil Survei Foke Menang Meleset

Rabu, 18 Juli 2012 00:20 WIB
Wiranto Anggap Wajar Hasil Survei Foke Menang Meleset
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, menilai, bukan sesuatu hal yang aneh bila hasil survei sejumlah lembaga terhadap Pemilukada DKI Jakarta 2012 banyak yang meleset. Sebab, hasil survei tidak selalu benar.

Sementara, kata Wiranto, Pemilukada DKI Jakarta yang berlangsung pada 11 Juli 2012 lalu adalah realita yang terjadi di masyarakat.
"Ini kan realitas. Aneh itu sesuatu yang ajaib. Sedangkan survei itu tak selalu benar," kata Wiranto di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (17/7/2012) malam.

Menurut Wiranto, hasil survei bisa mendekati akurat bila sampel dan respondennya benar.

Namun, parpol juga harus berpikir rasional karena psikologi responden berubah saat dia melangsungkan pemilukada tersebut.

"Survei meleset karena (data) yang dimasukkan itu hanya pendapat orang saat itu. Padahal, psikologi bisa saja berkembang seiring dengan waktu yang cepat dan dinamis," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa lembaga survei telah merilis hasil survei prediksi perolehan suara pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, yang menyebutkan pasangan calon Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) berada di peringkat teratas dari enam pasangan yang berkompetisi.

Kenyataannya, hasil hitung cepat (quick count) dan hitung nyata (real count) sementara terhadap pemilukada yang dilangsungkan pada 11 Juli 2012, mununjukan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Thahaja Purnama (Ahok) berada di tingkat pertama.

Dan pasangan Foke-Nara berada di urutan dua. Kedua pasangan ini berhak masuk ke putaran kedua.

Wiranto menambahkan, karena psikologi warga yang dinamis, maka hasil pemilukada putaran kedua bisa berubah. "Bisa beda lagi. Tergantung bagaimana nanti membangun image masyarakat yang mudah dan dinamis ini. Makanya, kampanye itu sebenarnya cuci otak para pemilih untuk disesuaikan dengan apa yang dimau," tukas mantan Panglima TNI tersebut.

KLIK JUGA:

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
734501 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas