• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Layanan Buruk, Tarif KA Commuter Line Malah akan Dinaikkan

Kamis, 19 Juli 2012 22:06 WIB
Layanan Buruk, Tarif KA Commuter Line Malah akan Dinaikkan
TRIBUNNEWS.COM/AGUNG BUDI SANTOSO
Suasana berdesakan di kereta Comuter Line

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agung B. Santoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah banyaknya komplain layanan Kereta Api Commuter Line Jabodetabek, PT KAI malah berencana menaikkan tarif dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 per 1 Oktober 2012 nanti.

Layanan mengecewakan itu terjadi hampir tiap hari terutama saat jam-jam kerja.

Pantauan Tribunnews.com Kamis (19/7/2012) misalnya, seorang penumpang nyaris terjatuh dari gerbong di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan.

Sang penumpang memaksakan diri naik dalam kondisi penumpang berjejal-jejal. Sebelum nyaris jatuh, tangan kiri si penumpang sempat terjepit pintu.

Sementara di dalam gerbong, Tribunnews.com juga mendapati  seorang karyawati hampir pingsan karena kehabisan oksigen akibat berjejalnya penumpang.

Penumpukan diperparah oleh molornya jadwal keberangkatan kereta. KA Commuter Line jurusan Serpong - Tanah Abang, misalnya molor hingga 20 menit saat berangkat dari Stasiun Sudimara pada jadwal seharusnya berangkat pukul 07.14 WIB.

Penderitaan penumpang terulang pada arah sebaliknya, yakni dari Tanah Abang - Serpong, pada jadwal keberangkatan siang hari pukul 14.45 WIB.

Begitu banyak terdengar suara bayi dan anak-anak kecil menangis keras di tengah himpitan para penumpang dewasa di sekitarnya.

Parahnya, mesin pendingin gerbong {AC} bukannya menyemburkan hawa sejuk, tapi malah udara panas yang keluar. Karuan saja, ribuan penumpang di dalamnya "mandi keringat."

Kondisi ini memaksa para penumpang membuka paksa jendela gerbong.

"Keterlaluan kalau PT KAI jadi naikkin tarif. Layanannya tambah parah begini, " celoteh Syarwanto, seorang karyawan swasta.

Syarwanto bertutur, hampir tiap hari KA Commuter Line bermasalah AC-nya terutama jadwal siang hari, saat suhu udara sedang memuncak.

Rully, penumpang lain, berharap PT KAI menambah gerbong dan frekuensi perjalanan agar layanan lebih manusiawi, sebelum tarif naik.

"Kita kan sudah bayar mahal? Kok layanannya nggak beda dengan kelas ekonomi (harga tiketnya Rp 1.500}. AC sering nggak benar, uyel-uyelan lagi," keluhnya kepada Tribunnews.

Penulis: Agung Budi Santoso
Editor: Yulis Sulistyawan
0 KOMENTAR
741761 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas