• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jakarta

Petuah PAN untuk Foke-Nara di Putaran Kedua

Kamis, 19 Juli 2012 17:29 WIB
Petuah PAN untuk Foke-Nara di Putaran Kedua
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), bersama cawagub Nachrowi Ramli (kanan), melakukan konferensi pers, di Foke-Nara Center, Megaria, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Pasangan Foke-Nara masuk ke putaran kedua Pilkada Jakarta, bersama pasangan Jokowi-Ahok. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Umum Kepala Daerah Jakarta putaran kedua baru dilaksanakan September nanti. Sebagai partai pengusung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, PAN sudah memberi petuah untuk pasangan urut satu ini mengisi sisa waktu agar suaranya bisa melebihi saingannya Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

"Pertama keberpihakan Fauzi Bowo kepada rakyat harus dikuatkan. Ini bisa lewat program kunjungan kepada masyarakat," ujar Bima usai diskusi 'Masih Patutkah Survei Politik Dipercaya?' yang diadakan The Terang Institut di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012).

Sementara petuah kedua, PAN meminta pria yang akrab disapa Foke itu memperbaiki komunikasi politiknya. Komunikasi yang baik, lanjut Bima, harus bisa menimbulkan empati daripada antipati. Selama ini Foke kerap menampilkan kesan tak komunikatif sehingga memengaruhi persepsi publik.

Untuk putaran kedua nanti, PAN meminta kedua pasangan tidak menggunggulkan kampanye berbau SARA. Selama ini Indonesia sudah melupakan isu SARA, namun sangat disayangkan jika ada isu ini untuk menjelekkan pasangan lain untuk mendapat simpati publik.

Dikatakannya, isu utama seperti ini jika benar naik ke ranah politik maka merupakan langkah mundur dari sekian tahun perdamaian yang sudah terbina. "Saya berharap kampanye nanti jangan dibawa ke koridor sara. Panwas gamang merespon karena saking sensitifnya," terangnya lagi.

Ketika ditanya apakah sisa waktu dua bulan cukup untuk membuat Foke merubah gaya komunikasi politiknya dan akan merubah pemilih, Bima yakin. Pasalnya, kemenangan Jokowi-Ahok terjadi enam hari sebelum pencoblosan. Lagipula, karakter pemilih di Jakarta berbeda setiap pemilukada.

"Kalau bicara peluang sekarang ada eforia perubahan. Kalau eforia terus berlanjut, maka Foke sulit menang. Saat ini  Foke bisa menang kalau trennya dibalik," terang Bima sambil menerangkan bahwa tren yang dimaksud adalah opini publik.

Klik Juga:

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
740641 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas