• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Polisi Pemeras: Yang Lain Berpangkat AKP Saya Masih Brigadir

Minggu, 22 Juli 2012 16:24 WIB
Polisi Pemeras: Yang Lain Berpangkat AKP Saya Masih Brigadir
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Brigadir Freddy Vender alias Alex yang desertir (meninggalkan tugas) dari Polda NTT, dibekuk aparat Satuan Resmob Polda Metro Jaya.

Ia diciduk lantaran menyekap dan memeras para sopir taksi yang sedang menunggu penumpang sambil bermain judi, di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (19/7/2012) lalu.

Freddy mengawali karier sebagai polisi di Polda Metro Jaya pada 1997/1998. Ia mengaku beberapa teman seangkatannya sudah berpangkat AKP, sedangkan ia masih menjadi brigadir.

"Yang lain selevel saya sudah berpangkat AKP. Terakhir, pangkat saya brigadir," ujar Freddy di Mapolda Metro Jaya, Minggu (22/7/2012). Freddy mengaku terpaksa melakukan aksi kriminal, demi membiayai hidup kedua anaknya yang masih kelas enam dan kelas tiga SD.

Freddy pun harus sendirian merawat kedua anaknya, karena sang istri meninggalkannya. Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, Freddy belum dikeluarkan dari kesatuannya, tapi usulan untuk memberhentikan Freddy sudah ada.

"Dia belum dikeluarkan, melarikan diri dari dinasnya di Polda NTT. Awalnya dia dari Provos, kemudian ke Denma Mabes. Kelakuannya sama, jadi dipindah ke Polda NTT. Usulan untuk pemberhentian sudah ada," jelas Herry.

Herry menambahkan, Freddy ditangkap di rumah kontrakannya bersama tersangka lain, Syahdani alias Boy, usai menggelar pesta sabu. Ini diketahui karena ada bong (alat isap sabu) di kontrakan tersangka.

Komplotan Freddy tertangkap berkat laporan Ucu Bin Rusdi ke Polda Metro Jaya, bernomor LP/2530/VII/2012/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 19 Juli 2012.

Saat itu, Ucu sedang bermain judi dengan tiga temannya yang juga menjadi korban, yakni Lasmani, Muji, dan Endang, di kawasan Industri Pulogadung.

Saat melihat korban mengeluarkan uang, Freddy bersama Buluk lantas turun dari mobil, menghampiri korban dan mengaku anggota polda, sambil menunjukkan Tanda Kewenangan Penyidik.

Buluk lalu menyuruh keempat korban masuk ke mobil Honda CRV. Korban kemudian dibawa berputar dan diminta menghubungi keluarga untuk meminta tebusan. Tak hanya itu, korban juga dianiaya tersangka, yakni dipukul hingga muka dan kepala korban memar.

Dari masing-masing korban, tersangka mendapatkan sejumlah uang transfer yang jumlahnya bervariasi, antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Korban lalu dilepas sore harinya di Pondok Indah dan Rawamangun, Jakarta Timur. (*)

BACA JUGA

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
749682 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • kini telah tersedia togel elektronik, ktp saja ada yang elektronik masak togel nggak ada yang elektronik. togel elektronik dapat anda buka di http://e-togel.blogspot.com dan nikmati keuntungannya dengan membeli togel elektronik.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas