• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jakarta

Arist: Depok Belum Layak disebut Kota Layak Anak

Senin, 23 Juli 2012 15:37 WIB
Arist: Depok Belum Layak disebut Kota Layak Anak
Bahri Kurniawan/Tribun Jakarta
Arist Merdeka Sirait dan Kapolres Depok Kombes Mulyadi

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Terkait salah satu program pemerintah Kota Depok yang mencanangkan Depok sebagai Kota Layak Anak, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan Depok sebagai sebuah Kota belum layak disebut sebagai Kota Layak Anak.

Demikian disampaikan Arist saat menyambangi Mapolresta Depok, Senin (23/7/2012), terkait terlibatnya seorang anak di bawah umur (MS) dalam kasus pembunuhan sadis di Bojong Gede Rabu lalu.

"Ini (kasus pembunuhan yang melibatkan MS) tamparan bagi statement tersebut (Depok sebagai Kota Layak Anak), belum lagi banyak kasus yang terjadi sebelumnya yang melibatkan anak-anak," tukas Arist.

Menurut Arist Kota Depok belum layak disebut kota Layak Anak karena masih banyak infrasturktur yang perlu diperbaiki, termasuk masalah sosial yang kemudian menimbulkan banyak kasus kekerasan oleh anak.

Arist melanjutkan jika suatu Kota mau disebut sebagai Kota Layak Anak, di dalam Kota tersebut sudah tidak ada lagi kasus kekerasan pada anak, kasus kurang gizi pada anak, dan anak yang berhenti sekolah karena kemiskinan.

"Saya pikir Kota Depok belum layak mencanangkan diri sebagai Kota Layak Anak, kalau menuju Kota Layak Anak mungkin masih bisa," tandas pria brewok tersebut.

Sebagaimana diketahui Kota Depok kembali digemparkan dengan terjadinya kasus pembunuhan sadis, dimana salah seorang tersangka pelaku pembunuhannya masih berusia 14 tahun.

Polisi telah menetapkan empat tersangka dan satu DPO terkait kasus pembunuhan ayah dan anak tersebut, yakni MS (14), Dado (20), Pepen (35), kasman (25), dan seorang DPO yakni Deni (24).

Saat ini polisi masih dalam proses pengejaran Deni. Ia menghilang setelah kejadian pembunuhan tersebut, dan sampai sekarang masih menjadi buruan polisi.

Baca Juga:

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas