Jumat, 6 Maret 2015
Tribun Jakarta

Lelah, Tangis, dan Amarah Korban Xenia Maut

Senin, 23 Juli 2012 16:30 WIB

Lelah, Tangis, dan Amarah Korban Xenia Maut
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Afriyani Susanti (tengah), saat akan mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isak tangis dan amarah kembali membanjiri ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, saat sidang kasus Xenia maut dengan terdakwa Afriyani Susanti, Selasa (23/7/2012).

Keluarga korban tak bisa menerima putusan hakim yang kembali menunda sidang. Yadi, ayah keluarga korban, bangkit dari duduknya dan berteriak di ruang persidangan, sesaat setelah hakim memutuskan menunda sidang.

"Sidang macam apa ini? Ditunda-tunda terus. Kami capek! Ini anak kami korbannya!" katanya emosi sambil membawa foto almarhum putranya, Ari Bukhari.

Teriakan Yadi membangkitkan emosi keluarga lainnya. Dalam persidangan, hadir juga keluarga Muhammad Akbar. Sang ibu yang sudah renta, Minah, keluar dari ruang sidang dengan langkah gontai dan air mata menggenang.

Ia teringat putranya yang meninggal karena tertabrak, sesaat setelah latihan bermain bola di Monas. Tak lama setelah berjalan keluar dari ruang persidangan, Minah berteriak. Ia tak dapat lagi menahan emosinya.

"Ini anak kesayangan saya! Udah meninggal, Pak. Kenapa ditunda terus?" teriaknya sambil menangis terisak, teringat kecelakaan maut yang menimpa putranya.

Halaman123
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas