Kamis, 29 Januari 2015
Tribun Jakarta

Dugaan Penggelembungan Suara di Tanjung Barat Tak Terbukti

Selasa, 24 Juli 2012 16:43 WIB

Dugaan Penggelembungan Suara di Tanjung Barat Tak Terbukti
Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Gubernur (incumbent) DKI Jakarta, Fauzi Bowo menunjukkan kertas suaranya seusai memberikan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta di TPS 01, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Hari ini warga Jakarta memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari enam pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Periode 2012-2017.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Selatan memutuskan bahwa dugaan penggelembungan suara di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, tidak terbukti.

Hal itu diputuskan setelah Panwaslu Kota Jakarta Selatan memeriksa 13 saksi.

Ketua Panwaslu Kota Jakarta Selatan, Andi Maulana, mengatakan, ke 13 saksi tersebut berasal dari unsur internal Panwaslu, PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

Panwaslu menggunakan alat bukti D2-Plano memperlihatkan tidak ada satupun pencatatan dengan goresan angka perubahan.

"Jadi tidak perlu memanggil tim sukses nomor 3 (Jokowi-Ahok), lurah, kepolisian. Cukup 13 saksi kita nyatakan dugaan penggelembungan tidak terbukti," ujar Andi di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Namun, Andi mengatakan, anggotanya terkena sanksi karena tidak mengawasi penghitungan suara di wilayah Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas