• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Tudingan Politik Uang Jokowi-Ahok Tidak Terbukti

Selasa, 24 Juli 2012 18:27 WIB
Tudingan Politik Uang Jokowi-Ahok Tidak Terbukti
TRIBUNNEWS.COM/IMANUEL NICOLAS MANAFE
Baliho raksasa Jokowi Ahok di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta menyatakan dugaan politik uang Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terbukti. Keputusan itu diambil setelah Panwaslu menggelar rapat pleno hari ini, Selasa (24/7/2012).

"Laporan tersebut tidak terbukti," kata Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Ramdansyah mengatakan pihaknya memutuskan politik uang Jokowi-Ahok yang dituduhkan tim Foke-Nara tidak terbukti karena tidak adanya saksi yang mendukung laporan tersebut.

"Alat bukti juga tidak mendukung," tuturnya.

Terlapor, kata Ramdansyah, yakni Arief Hidayat juga dapat membuktikan dirinya diberi mandat untuk memberikan dana kepada saksi.

"Jadi yang diberi uang sebesar Rp 75 ribu dan baju kotak-kotak adalah saksi Jokowi-Ahok. Mereka berjumlah 43 orang sesuai dengan TPS di kelurahan Pegangsaan," katanya.

Sebelumnya, Tim advokasi Fauzi Bowo (Foke)- Nachrowi Ramli (Nara) melaporkan adanya dugaan politik uang Jokowi-Ahok kepada Panwaslu.  Tim advokasi Foke-Nara mengatakan pihaknya menemukan praktik politik uang oleh tim sukses Jokowi-Ahok pada pilkada DKI Jakarta yang berlangsung 11 juli kemarin.

Hal itu berdasarkan keterangan saksi, yaitu Mahmuri, ketua RW 07, kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, dan anggota koordinator pasangan Foke-Nara wilayah Jakarta Pusat, Yan Awalisi Rimray.

Saksi pertama, Yan, mengatakan bahwa warga diberi imbalan uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 75.000 oleh seseorang bernama 'Arif', yang dikatakannya berasal dari pasangan nomor urut tiga. Sementara itu, Mahmuri, ketua RW 07, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat mengatakan ada pemberian kaos dan uang pada warga.

Tim advokasi Foke-Nara bahkan menemukan praktik money politic oleh pasangan nomor urut tiga di wilayah lain seperti Kelurahan Tanjung Priuk, Cilincing, Cijantung, Manggarai Selatan, Cipinang, Cawang, Pengangsaan, dan Kramat Jati.

Baca Juga:

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
0 KOMENTAR
757932 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas