• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Jakarta

Putri Pariwisata 2011 Kesal Birokrasi Buruk

Rabu, 25 Juli 2012 00:51 WIB
Putri Pariwisata 2011 Kesal Birokrasi Buruk
Tribun Jakarta/Yogi Gustaman
Pendiri PT Mustika Ratu Mooryati Soedibyo menyematkan pin Gerakan Perempuan Pro Birokrasi Bersih dan Melayani (GPP BBM) pada Putri Pariwisata 2011 Andi Natassa di Jokowi Center, Jl KH Mangunkarsoro, Menteng. Selasa (24/7/2012) (Tribun Jakarta/ Yogi Gustaman)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Birokrasi yang buruk kerap memakan korban. Tak peduli status dan jabatan, atau seberapa cantik dan cakapnya paras mereka. Itulah yang dialami Puteri Pariwisata Indonesia 2011, Andi Natassa.

Ia mengaku, harus menahan emosi lantaran bersentuhan dengan birokrasi tak melayani.

Perhatiannya terhadap birokrasi tak melayani, anak Dewi Yasin Limpo ini mencontohkan, dari betapa banyaknya korupsi yang dilakukan pejabat dari unsur PNS. Korupsi itu pun dilakukan dengan mengreogoti 30 persen APBN. Terang saja, masyarakat dirugikan aksi pemimpin yang memperkaya diri.

Lantas, perlakuan birokrasi tak melayani seperti apa yang dirasakan
Natassa? "Kalau mengalami pernah. Itu terjadi waktu aku mengurus e-KTP. Itu kan baru terlaksana sekarang. Lagipula, kita harus menunggu e-KTP nya lama, dan harus menunggu jadwal," ujar Natassa di Jokowi Center, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Karenanya, Natassa merasa terpanggil ketika ada Gerakan Perempuan Pro Birokrasi Bersih dan Melayani. Menurutnya, sebagai perempuan Natassa mendorong perlunya gerakan ini.

Ia berharap birokrasi juga memerhatikan pelayanan terhadap perempuan. Contoh kecil adalah menyediakan nursing room di public area.

Terkait dengan Pemilu Kepala Daerah Jakarta yang sedang berlangsung, Natassa berharap Gubernur DKI ke depan dapat menciptakan birokrasi yang melayani, dan memerhatikan kebutuhan perempuan.

Salah satunya membuat transportasi publik semakin nyaman. Harus diingat, pelecehan seksual kerap mengintai perempuan dalam transportasi publik.

"Buat saya, pemimpin yang mana saja. Asal kan pro rakyat dan mereka yang harusnya memimpin Jakarta.

Jokowi, boleh juga kalau misalnya dia terbukti di wilayahnya dan bagus untuk Jakarta. Meski dari daerah kan enggak apa-apa. Karena Jakarta yang punya orang Indonesia," ungkap Natassa.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
758912 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas