Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Sopir Angkot Bangga Kalau Melanggar Aturan

Rabu, 25 Juli 2012 08:28 WIB

Sopir Angkot Bangga Kalau Melanggar Aturan
TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa/TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Sejumlah petugas Dinas Perhubungan menggelar razia sopir angkot yang tidak mengenakan seragam dan tidak memiliki Kartu Pengenal Anggota (KPA) dan Kartu Pengenal Pengemudi (KPP), di terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (10/1). Razia ini dilakukan untuk menindak sopir angkot yang melanggar, dengan sanksi, kendaraan dikandangkan selama 4 Minggu. Bahkan, jika dalam waktu 4 Minggu pemilik kendaraan tidakmengurusnya, maka izin trayek atau operasinya dicabut. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dalam sepekan gelar operasi Patuh Jaya 2012, sejak 16 Juli 2012 hingga 23 Juli 2012, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 7.727 kasus pelanggaran yang melibatkan angkutan umum lantaran disiplin yang rendah baik dari sopir maupun penumpangnya.

Kepala Subdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sudarmanto mengatakan pelanggaran yang mendominasi ialah melanggar rambu dan menaikkan serta menurunkan penumpang bukan pada tempatnya.

"Kami kewalahan karena disiplin yang rendah dari para pengemudi nakal ini.
Angkot kebanyakan yang ngetem, sudah diimbau, sudah dibina, saat mereka membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) juga sudah mengerti, tapi mereka bangga kalau melanggar. Disiplinnya sangat rendah," ungkap Sudarmanto, Rabu (25/7/2012).

Sudarmanto menambahkan, hal lain yang menyebabkan banyak angkutan umum melanggar ialah perilaku penumpang, yakni banyak penumpang yang memberhentikan angkutan umum di sembarang tempat.

Berikut data 7.727 pelanggaran yang melibatkan angkutan umum :
* melanggar rambu letter P (dilarang parkir) sebanyak 2.927 kasus.

* pelanggaran turun atau naik penumpang tidak pada tempatnya sebanyak 2.250 kasus.

* pelanggaran rambu letter S mencapai 1.734 kasus

* menerobos jalur busway 772 kasus,

* omprengan yang menggunakan plat hitam sebanyak 44 kasus.

baca juga:

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas