Kamis, 27 November 2014
Tribun Jakarta

Tim Jokowi-Ahok Takkan Tuntut Balik Foke-Nara

Rabu, 25 Juli 2012 21:23 WIB

Tim Jokowi-Ahok Takkan Tuntut Balik Foke-Nara
TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA/FX ISMANTO
Fauzi Bowo dan Joko Widodo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), takkan menuntut balik tim Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).

Pernyataan itu terkait keputusan Panwaslu DKI, yang menyatakan dugaan politik uang Jokowi-Ahok tidak terbukti.

"Tidak usah lah menuntut balik dengan pencemaran nama baik, kan sudah tercemar juga (tim Foke-Nara)," kata Deni Iskandar, tim advokasi Jokowi-Ahok, di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Deni mengatakan, dengan putusan Panwaslu, maka kasus itu dianggap sudah selesai. Kini, putusan diserahkan kepada masyarakat, untuk menilai siapa yang benar.

"Makanya kita tidak tuntut balik," cetus Deni.

Sementara, Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menuturkan, pihaknya memutuskan politik uang Jokowi-Ahok yang dituduhkan tim Foke-Nara tidak terbukti, karena tidak ada saksi yang mendukung laporan.

"Alat bukti juga tidak mendukung," imbuhnya.

Terlapor, papar Ramdansyah, yakni Arief Hidayat, juga dapat membuktikan dirinya diberi mandat untuk memberikan dana kepada saksi.

"Jadi, yang diberi uang sebesar Rp 75 ribu dan baju kotak-kotak adalah saksi Jokowi-Ahok. Mereka berjumlah 43 orang sesuai TPS di Kelurahan Pegangsaan," jelasnya.

Sebelumnya, tim advokasi Foke-Nara melaporkan dugaan politik uang Jokowi-Ahok kepada Panwaslu.

Tim advokasi Foke-Nara mengatakan, pihaknya menemukan praktik politik uang oleh tim sukses Jokowi-Ahok, pada pilkada DKI Jakarta yang berlangsung 11 juli lalu.

Laporan berdasarkan keterangan saksi, yaitu Mahmuri, Ketua RW 07, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat; dan Yan Awalisi Rimray, anggota koordinator pasangan Foke-Nara wilayah Jakarta Pusat.

Saksi pertama, Yan mengatakan, warga diberi imbalan uang sebesar Rp 50 ribu-Rp 75 ribu, oleh seseorang bernama Arif, yang dikatakannya berasal dari pasangan nomor urut tiga.

Sementara, Mahmuri, ketua RW 07, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, mengatakan ada pemberian kaos dan uang kepada warga. (*)

BACA JUGA

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas