• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Tim Jokowi-Ahok Laporkan Ustad yang Ceramah SARA

Jumat, 27 Juli 2012 20:44 WIB
Tim Jokowi-Ahok Laporkan Ustad yang Ceramah SARA
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim pasangan calon Jokowi-Ahok melaporkan seorang ustad, saat memberikan ceramah Salat Jumat di Kelurahan Utan Kayu Selatan.

Dwi Rio Sambodo, anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, mengaku mendengar dan melihat langsung, saat oknum ustad bernama Ayub Ishak memberikan ceramah berbau SARA, dan cenderung menyudutkan pasangan calon tertentu.

Ceramah berbau SARA dilakukan sang ustad di Masjid An-Nursyiah, Jalan Galur Sari Raya 19, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.

"Berulang kali ustad itu mendiskreditkan orang Kristen yang akan jadi pemimpin. Dia bilang, jangan pilih pemimpin yang beragama Kristen dan Yahudi. Haram hukumnya pilih pemimpin Kristen. Dibilang juga, orang Kristen katanya tidak pernah berjuang untuk kemerdekaan," ungkap Rio kepada Tribun, Jumat (27/7/2012) malam.

Rio yang juga tim sukses Jokowi-Ahok menuturkan, sang ustad mengatakan jika pemimpinnya Kristen, maka tidak akan memperjuangkan Umat Islam.

Karena ceramah yang tendensius, Rio melaporkan hal tersebut berikut rekaman ceramahnya ke Panwaslu tingkat kecamatan, Panwaslu tingkat kota, dan Polsek Matraman.

"Saya rekam pakai ponsel, dan saya pindahkan ke flashdisk. Itu sebagai bukti otentik. Panwaslu kota dan Kapolsek Matraman sudah menelpon saya dan katanya akan ditindaklanjuti," tuturnya.

Rio menambahkan, usai salat Jumat ia melihat ada orang-orang yang berkumpul, sekitar empat sampai lima orang. Satu di antaranya, tampak Lurah Utan Kayu Utara.

"Saya menduga ceramah itu pesanan dari Lurah Utan Kayu Utara. Meski ini di wilayah Utan Kayu Selatan, tapi jarak masjid dan kantor Lurah Utan Kayu Utara berbatasan dan tidak jauh," jelasnya. (*)

BACA JUGA

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yaspen Martinus
5 KOMENTAR
769802 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • rick-Jumat, 3 Agustus 2012 Laporkan
    Bukan lurah utan kayu saja,tapi lurah duri selatan,kecamatan tambora turun langsung ceramah sara di mesjid.
  • Rene-Sabtu, 28 Juli 2012 Laporkan
    Memangnya para pemimpin kita yg beragama Islam yg selama ini kita pilih memperjuangkan kemerdekaan? Rasanya mereka hanya memperjuangkan kantongnya masing"..
  • vitri-Sabtu, 28 Juli 2012 Laporkan
    Ketauan itu ustad bayaran Ɣƍ cm dibyr bbrp rts ribu tp Ǥªk mikir panjang akibatnya!ustad yg khotah tp Ǥªk prnh baca buku ksimpulannya dr pikirannya doang....hahaha.... Lulusan SD kali ya ni ustad??
  • Kokoh-Sabtu, 28 Juli 2012 Laporkan
    Indonesia yg multy etnis,
    mesti punya UU anti SARA,
    agar putra/i terbaik bisa
    muncul dg karya terbaiknya.
    Di negara2 yg sdh lbh maju
    peradabannya, jangan coba2
    singgung soal agama, etnik,
    asal negri dll. Bisa
    berusan dg pengadilan ente
    ! Oh ya or
  • Totok Hadiusodo-Jumat, 27 Juli 2012 Laporkan
    Bagus! Pribadi yang menebarkan sentimen SARA tidak boleh dibiarkan tanpa dilaporkan. Tentu jangan karena benci kepada yang bersangkutan, tetapi dilakukan dalam rangka pendidikan politik kepada seluruh rakyat Indonesia.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas