• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Isu SARA ke Jokowi-Ahok Bakal Gencar di Putaran Kedua

Minggu, 29 Juli 2012 09:44 WIB
Isu SARA ke Jokowi-Ahok Bakal Gencar di Putaran Kedua
/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
JOKOWI AHOK: Calon Gubernur DKI Jakarta Haji Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama, memberikan keterangan di posko kemenangan, Rabu (11/7/2012) di Jalan Borobudur 22, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta isu SARA marak terjadi. Pengamat Politik UI, Hamdi Muluk mengatakan isu tersebut akan terus berlangsung pada putaran kedua.

"Usaha memobilisasi isu SARA makin gencar di putaran kedua," kata Hamdi ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (29/7/2012).

Menurut Hamdi, isu SARA yang berkembang saat ini tidak mendidik masyarakat dan sangat tidak rasional. Ia melihat isu SARA tersebut banyak yang menyerang pasangan Joko Widodo (Jokowi)- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Ya tentunya sudah jelas isu SARA dipakai untuk kampanye hitam tertuju ke pasangan Jokowi-Ahok," ujarnya.

Hamdi melihat isu SARA hanya efektif untuk masyarakat menengah kebawah. Sedangkan untuk warga menengah keatas justru isu itu kontraproduktif.

Ia menduga isu SARA itu sengaja ditiupkan untuk menggembosi suara Jokowi-Ahok di putaran kedua.

"Tapi belum tentu efektif. Kalau pers bisa menujukkan bahwa kampanye hitam dengan isu SARA itu fitnah, justru simpati akan berbalik ke pasangan Jokowi-Ahok," tukasnya.

METROPOLITAN POPULER

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Widiyabuana Slay
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
773182 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • suka usil-Minggu, 29 Juli 2012 Laporkan
    Selama putaran kedua, uztad2 onta sudah berkiblat pada DUIT. Khotbah sesuai pesanan. Bahkan Ketua MUI sendiri membela uztad2 yang mengajak pilih calon tertentu. Munafik. Picik, Panwaslu sama saja. Taruhan, sesudah pilkada, mereka berlindung ke Demokrat.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas