Sabtu, 28 Februari 2015
Tribun Jakarta

Korban A: Kalo Lapor Orangtua Mau Dihabisin

Selasa, 31 Juli 2012 20:25 WIB

Korban A: Kalo Lapor Orangtua Mau Dihabisin
TIME.com
ilustrasi bullying

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - A, salah satu korban aksi bullying di SMA Don Bosco Jakarta, mengaku diancam oleh pelaku aksi bullying agar berbohong dan tidak menceritakan perlakuan bullying yang ia terima.

"Mereka suruh kita bohong sama orangtua, kita disuruh bilang lagi makan di Pondok Indah, kalo lapor mau dihabisin," tutur A saat ditemui di Mapolres Jakarta Selatan didampingi ibunya, Selasa (31/7/2012).

Lebih lanjut A menceritakan bahwa ia dipaksa untuk meminum minuman keras serta rokok, dan ketika menolak ia kemudian disundut di bagian belakang leher.

A mengaku awalnya ia dan kawan-kawannya diajak untuk kumpul-kumpul bareng senior untuk mengakrabkan diri.

"Ajakannya halus, diajak nongkrong cuma mau akrab katanya, nyampe sana diabisin," ujar A.

A mengaku dirinya dan beberapa temannya diajak ke Papilon, Pondok Indah, dari sana kemudian mereka dijemput ke tempat "nongkrong" yang bernama stak di belakang Fedex.

"Sampai sana pertama disuruh duduk semua, ditawarin rokok segala macam. Saya nolak, beberapa menit kemudian saya dibakar (disundut) leher saya. Saya ditawarin bir juga. Beberapa ada juga yang ditutup matanya," tukas A.

Halaman12
Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas