• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jakarta

KPUD Diminta Batalkan Perpanjangan Pendaftaran Stelsel Aktif

Selasa, 31 Juli 2012 12:34 WIB
KPUD Diminta Batalkan Perpanjangan Pendaftaran Stelsel Aktif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Jakarta diminta membatalkan perpanjangan pendaftaran pemilih putaran kedua sampai 4 Agustus 2012.

Sebelumnya, KPUD sudah membuka pendaftaran untuk pemilih tambahan pada 25-29 Juli di tingkat kelurahan.

Demikian disampaikan Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia Said Salahudin. Menurutnya percuma saja KPUD memperpanjang masa pendaftaran jika tanpa konsep dan skenario yang jelas. Harusnya, sejak dulu KPUD mendengar masukan masyarakat.

"Pemilukada sesungguhnya bukan semata persoalan KPUD, Panwaslu dan pasangan calon. Batalkan saja perpanjangan perndaftaran dengan model pendekatan stelsel aktif (pendaftaran pemilih dilakukan pemilih)," ujar Said di Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Solusinya, KPUD memulai perbaikan DPT yang paripurna seperti rekomendasi DKPP, yaitu tersajinya DPT komprehensif, aktual, dan mutakhir sesuai peraturan perundang-undangan dengan kembali pada pendekatan stelsel pasif.

"KPUD lah yang seharusnya mendaftarkan pemilih. Tunda jadwal pencetakan surat suara. Hak pilih warga jauh lebih penting dan lebih tinggi derajatnya daripada komitmen antara KPUD dengan perusahaan pencetak suara," tukasnya.

Pendaftaran pemilih 25-29 Juli, KPUD menerima 19.691 pemilih tambahan yang tak terdaftar di putaran pertama. Rinciannya, Jakarta Utara 6869 pemilih, Jakarta Timur 2874 pemilih, Jakarta Selatan 4029 pemilih, Jakarta Pusat 2081 pemilih
Jakarta Barat 3750 pemilih, dan Kepulauan Seribu 88 pemilih.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
780291 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas