• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Oesman Sapta Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 31 Juli 2012 12:44 WIB
Oesman Sapta Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka
NET
Oesman Sapta Odang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Subdit Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Daniel Bolly Tifaona mengatakan Oesman Sapta resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap Nofel Saleh Hilabi.

Bolly menjelaskan, Oesman ditetapkan sebagai tersangka selang satu hari korban, Nofel melaporkan kasusnya ke SPK Polda Metro Jaya, yakni Kamis (26/7/2012).

"Korban, kan melaporkan kasusnya Rabu (25/7/2012), Kamis kami tetapkan status tersangka pada yang bersangkutan," ujar Bolly, Selasa (31/7/2012).

Bolly menjelaskan, meski telah menetapkan status Oesman sebagai tersangka namun polisi belum melakukan penahanan terhadap Oesman karena masih berada di luar negeri.

Bolly menambahkan, pihaknya menetapkan Oesman sebagai tersangka lantaran sudah ada bukti yang kuat yakni visum dari korban dan keterangan dari empat orang saksi.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, permasalahan hutang piutang yang menjerat nama Oesman ialah bermula dari rumah milik Ali Muhammad dijual pada Oesman seharga Rp 28 milyar, namun baru dibayar Rp 18 milyar.

Maksud kedatangan Nofel ke kantor Oesman ialah untuk meminta kekurangan pembayaran, tapi yang diterima Nofel malah bogem mentah dari Osman.

Akibat pemukulan itu, Nofel melaporkan Oesman ke SPK Polda Metro, Rabu (25/7/2012) sore dengan nomor LP/2612/VII/2012/PMJ/Ditreskrimum. Dalam laporan itu, Oesman dilaporkan dengan dugaan penganiayaan pasal 351 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan pasal 335 KUHP.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Rachmat Hidayat
1 KOMENTAR
780321 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • budi santoso-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    berani menahan osr ini? plg
    cuma bbrp hr doang trus
    ada penangguhan
    penahanan. ini kan udah
    kebiasaan polri bila
    menahan pengusaha cuma
    sbg pencitraan n sinetron
    belaka, busyet.......
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas