Senin, 29 Desember 2014
Tribun Jakarta

Petugas Ogah-ogahan Mendata Pemilih Tambahan

Selasa, 31 Juli 2012 16:25 WIB

Petugas Ogah-ogahan Mendata Pemilih Tambahan
Eri Komar Sinaga/Tribun Jakarta
Posko Pendaftaran Pemilihan Tambahan Khusus Gading Residence

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rina Zamir tergopoh-gopoh mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta, Selasa (31/7/2012). Naik ke lantai empat, ruang komisioner berada, ia mencari tahu informasi soal tata cara pendaftaran pemilih untuk putaran kedua pada September nanti.

Rina datang bersama suaminya Zamir Adam. Mereka meluapkan kekesalannya karena pagi tadi sudah berusaha mendatangi kecamatan untuk mendaftarkan nama adiknya Ino Adam, yang pada putaran pertama tak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap.

"Waktu daftar di Kecamatan tadi benar-benar ribet. Saya datang pukul 09.00 WIB enggak ada petugas. Datang pukul 10.00 WIB enggak ada, pukul 11.00 WIB enggak ada, pukul 12.00 WIB enggak ada. Baru pukul 13.30 ada orang. Dia bilang sudah tutup," cerita Zamir kepada Tribun.

Dari penjelasan petugas kecamatan, Zamir diberitahu untuk mendaftar langsung ke KPUD Provinsi. Alasan petugas, Zamir dan isterinya datang terlambat, harusnya mereka datang kemarin. Ini berbeda dengan penjelasan KPUD bahwa batas pendaftaran di tingkat kecamatan adalah hari ini.

Baik Rina dan Zamir adalah warga RW 07, Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Pada pemilu presiden 2009, nama keduanya tak tercantum dalam DPT. Kemarin mereka tercantum dan menggunakan hak pilihnya.

Karena pernyataan petugas kecamatan, Rina dan Zamir menancap gas motornya ke KPUD. Keduanya mendapat penjelasan dari sekretariat akan didaftarkan, namun menunggu validasi dari KPU Kota Jakarta Pusat. Ditakutkan nama adiknya terdaftar di kelurahan lain.

"Saya yakin, adik ipar saya enggak mungkin namanya ada di kelurahan lain. Soalnya pemilu presiden saja tidak ada. Sekarang juga enggak ada. Jadi saya tinggal menunggu dari KPUD Jakarta. Katanya akan diberitahu," ungkapnya.

Sosialisasi KPUD Jakarta soal pendaftaran pemilih tambahan, yang sebelumnya tidak tercatat di putaran pertama, terasa kurang. Beruntung, Rina dan Zamir mengetahui ada kesempatan menjadi pemilih untuk putaran kedua dari berita media massa.

Ia datang tidak dengan tangan hampa. Semua persyaratan seperti fotokopi KTP, fotokopi KK ia siapkan. Mudah-mudahan, Zamir berharap adiknya bisa menggunakan hak pilihnya pada putaran kedua nanti.

"Rumahnya dia di depan TPS. Tapi namanya enggak terdata. Waktu di kecamatan tadi, banyak warga selain kita membawa berkas, oleh petugas diterima saja. Mereka sendiri belum tahu tindaklanjutnya. Makanya saya lebih baik datang ke sini," terang Rima dan Zamir sambil pamit pulang.

Ayo Klik:

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas