• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

45 PSK Kabur, Oknum Satpol PP Diduga Terlibat

Selasa, 31 Juli 2012 22:30 WIB
45 PSK Kabur, Oknum Satpol PP Diduga Terlibat
NET
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kaburnya 45 Pekerja Seks Komersial(PSK) yang kini menjadi warga binaan Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya, di Jl Tat Twam Asih nomor 47 Komplek Depsos Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Minggu (29/7/2012) lalu, diduga didalangi oleh oknum Satpol PP kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bambang Suwigno (45) atau akrab disapa Wisnu, salah seorang pekerja sosial, mengatakan, selama ini Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya, kerap didatangi oknum Satpol PP.

Mereka meminta agar PSK yang direhabilitasi di panti dilepaskan, dengan alasan mereka adalah sebagai salah satu anggota keluarganya. Namun upaya itu selalu digagalkan pihak panti.

"Selama ada PSK yang direhabilitasi, ada saja oknum Satpol PP Bekasi yang mencoba melepas PSK. Tidak menutup kemungkinan ada oknum Satpol PP yang membackingi mereka terlibat dalam aksi ini, tapi kita tidak buruk sangka. Lucu juga kan, oknum Satpol PP berusaha membebaskan PSK dari panti dengan dalih sebagai keluarganya, padahal mereka justru harusnya yang menertibkan," jelas Wisnu, Selasa (31/7/2012).

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKBP Dian Perry, mengatakan, saat ini satu pelaku sudah ditahan dan akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap barang.

Wasim salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap diancam pidana penjara maksimal satu tahun atas pengrusakan terhadap barang milik orang lain atau instansi secara bersama-sama.

"Bisa saja Satpol PP terlibat makanya kita dalami. Namun saya yakin kalau betul ada yang terlibat itu hanya oknum Satpol PP Bekasi, pokoknya kita dalami dulu lah kasusnya, untuk mengungkap ini semua," kata Dian.

BACA JUGA

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Willy Widianto
0 KOMENTAR
782642 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas