• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Bangunan Milik Eko Patrio Dua Kali Disegel

Rabu, 1 Agustus 2012 16:03 WIB
Bangunan Milik Eko Patrio Dua Kali Disegel
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Bangunan milik anggota DPR, Eko Patrio disegel. bangunan berlantai 4 tersebut juga pernah disegel pada bulan Januari 2012 lalu. Akibat, tak diindahkan dan pengerjaan kembali dilakukan, sehingga akhirnya pada hari ini disegel kembali.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Seksi Penertiban Bangunan Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Timur, Yarneddy mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali menyegel bangunan perkantoran yang sedang dalam proses pengerjaan milik Eko Patrio, pelawak sekaligus Anggota Komisi X DPR RI.

Menurut Yarneddy, bangunan berlantai 4 tersebut juga pernah disegel pada bulan Januari 2012 lalu. Akibat, tak diindahkan dan pengerjaan kembali dilakukan, sehingga akhirnya pada hari ini disegel kembali.

"Penyegelan yang pertama sudah pernah digembok, tetapi dibuka dan mulai dikerjakan lagi. Surat peringatan dan penyegelan juga sebelumnya pernah diberikan dari bulan Januari, tetapi sampai sekarang masih berlangsung pengerjaannya, sehingga hari ini kami segel," ujar Yarneddy kepada wartawan di Jl Raya Cipinang RT 1 RW 13, Kel Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (1/8/2012).

Dikatakan Yarneddy, bangunan itu sudah melanggar undang-undang nomor 6 tahun 2007 tentang tata ruang. Selain itu, mengenai tinggi bangunan yang saat ini sudah dibangun empat lantai, dikatakannya, sudah melanggar pengajuan izin sebelumnya. Pasalnya, bangunan tersebut hanya memiliki izin untuk dibangun tiga lantai.

"Solusinya di sini, pemilik (Eko Patrio) bisa meminta kembali izin ke gubernur langsung untuk penyesuaian tata ruang, karena menurut tata ruang kota, bangunan ini berdiri dilokasi yang akan dijadikan jalan," terang Yarneddy.

Lebih lanjut jika penyegelan tetap tidak diindahkan oleh pemilik, Yarneddy mengatakan pihaknya bisa melakukan tindakan yang lebih tegas.

"Kalau habis puasa tidak mematuhi penyegelan ini, kita bongkar paksa. Paling tidak seminggu setelah Lebaran akan kita lakukan," pungkasnya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Willy Widianto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas